Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Terendah Karet Stabil Rp 10 ribu, ini Kata Sekretaris  Eksekutif Gapkindo Kalsel

Harga karet ditingkat petani saat ini stabil terendah diangka Rp 10 ribu. Sekretaris Gapkindo memperkirakan harga tersebut tetap stabil

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Petani karet di Baruh Ulin, Paringin Kabupaten Balangan, Provinsi Kalsel. Tingginya harga karet membawa gairah petani untuk menoreh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga karet ditingkat petani saat ini berada diangka Rp 8.600 hingga Rp 9.675.

Harga ini, terbilang cukup stabil ditingkat petani dan tentu saja  membuat petani karet sumringah.

Menurut Rahmat salah satu petani karet di Simpang Empat Kabupaten Banjar bahwa harga karet memang tinggi. 

"Malah di sini (simpang Empat Kabupaten banjar) harganya Rp 13.000 per kilo," kata Rahmat. 

Baca juga: Dinas Perdagangan Kalsel Dukung Kerja Sama dengan BBKKP Yogyakarta untuk Tingkatkan Mutu Karet

Baca juga: Karet Terus membaik, Kadisbunak Sebut Kini UPPB di Kalsel Punya Harga Tawar ke Pabrik

Baca juga: Harga Karet Tembus Rp9.700, Petani di Tapin Merasa Untung

Dijelaskan Rahmat, Harga itu paling rendah.

"Ada yang lebih mahal lagi, tapi tingkat kering nya lebih baik," kata Rahmat. 

Petani karet lainnya, Alif salah satu petani karet, menjelaskan bahwa harga karet sejak bulan lalu dimana harga tidak jauh berbeda. 

"Ya Alhamdulillah, Harga masih stabil di 10.000 an," kata Alif. 

Dari pantauan,seperti data yang dilansir oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, menujukkan harga karet tersebut masih bertahan di harga 9000 lebih.

Harga itu ditingkat petani dengan kualitas karet basah dengan K3 40 persen sampai 50 persen. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved