Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Telur di Eceran di Banjarbaru Tembus Rp 30 Ribu Per Kg, Cabai Lokal Rp 130 Ribu

Harga telur secara partai di Banjarbaru Rp 27 ribu, eceran Rp 29 ribu/kg. Cabai rawit Rp 132.200, awit taji segar Rp 107.700, rawit tiung RRp 107.700.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Pedagang telur di Kora Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Harga telur ayam ras di pasar di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin tembus Rp 30 ribu per kilogram. Pada pekan lalu, harga di eceran masih Rp 25 ribu.

Menurut penjual telur, Evi Triani, di Sukamara, Kota Banjarbaru, Minggu (26/12/2021), kenaikan harga telur dipengaruhi harga dari Jawa. 

"Harga partai Rp 27 ribu sedangkan untuk harga ecer di Rp 29 ribu. Tapi di tempat lain, harga eceran sudah ada yang Rp 30 ribu," sebutnya. 

Dijelaskan dia, selain harga telur dipengaruhi harga dari Jawa, karena stok lokal sedang kosong.

Hal senada disaampaikan distributor telur di Pasar Lima Banjarmasin, Adi, bahwa harga telur naik karena kiriman dari Jawa juga naik.

Baca juga: Pertamina Siagakan Agen dan Pangkalan Antisipasi Nataru, Tingkatkan Stok dan Penyaluran Elpiji 3 Kg

Baca juga: Telkomsel Luncurkan Internet Sakti, Hadirkan Paket Murah Kuota Besar bagi Pelanggan di Kalimantan

Menurutnya, harga ini juga dipengaruhi dengan menjelang Natal dan tahun baru.

Bukan hanya telur, harga cabai juga makin tinggi dan tembus di atas Rp 100 ribu per kilogramnya. 

Dirinci, cabe merah keriting segar Rp 63.300 per kilogram, cabe rawit hijau segar Rp 24 ribu per kilogram. 

Harga cabe rawit lokal segar Rp 132.200 per kilogram, cabai rawit taji segar Rp 107.700 per kilogram dan cabai rawit tiung segar Rp 107.700 per kilogram.

Memang naiknya bertahap. Seminggu yang lalu harganya sudah Rp 90 ribu per kilogram. Kini sudah tembus di atas Rp 100 ribu.

Baca juga: Momen Akhir Tahun 2021, Kepiting dan Udang Kalsel yang Diekspor Senilai Rp10,78 Miliar

Baca juga: Polemik Rencana Hapus Premium dan Pertalite, Pengusaha di Banjarmasin Sebut Akan Sangat Memberatkan

Kenaikan harga cabai ini ditengara sudah sejak sebulan terakhir. Harga cabai naik perlahan, tapi pasti,  terus merangkak hingga kisaran 100-150 persen.

Sementara itu, Anis, pedagang cabai di Kota Banjarbaru, menduga kenaikan harga akibat intensitas hujan cukup tinggi hingga lahan pertanian banyak rusaakt. Hasil panen cabai pun berkurang.

"Hampir setiap penghujan, apalagi dibarengi dengan kawasan penghasil cabai ada yang kebanjiran, maka pasar kekurangan pasokan dan harga jadi naik," ujarnya.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved