Berita Banjarmasin

Terancam Dipecat, Oknum Anggota Polres HSU Pemilik Kayu Ilegal Ternyata Sudah Lama Desersi

Penanganan dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin terhadap AR kini masih dilakukan oleh Bid Propam Polda Kalsel.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i dan Dir Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete saat menunjukkan barang bukti kayu log ilegal yang diamankan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Oknum Anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU) berinisial AR yang terlibat dugaan pidana perdagangan kayu ilegal terancam dipecat dari Korps Bhayangkara.

Penanganan dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin terhadap AR kini masih dilakukan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, bukan tidak mungkin AR bakal dipecat.

“Ya tidak menutup kemungkinan (dipecat), karena yang dilakukan oknum adalah perkara pidana,” kata Kombes Rifa’i, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Oknum Anggota Polres HSU Pemilik Kayu Log Diduga Ilegal Diperiksa Bid Propam Polda Kalsel 

Baca juga: Ribuan Kayu Log dan Olahan Ilegal Diamankan Dit Polairud Polda Kalsel, Satu Tersangka Oknum Polisi

Diungkapkan Kabid Humas, AR rupanya memang sudah lama melalaikan tugasnya.

AR disebut sudah kurang lebih setahun belakangan desersi dari kesatuannya di Polres HSU, Polda Kalsel.

Hampir setahun itu pula AR yang berpangkat Aipda ini sudah masuk daftar cari oleh Bid Propam Polda Kalsel.

“Oknumnya bandel juga, desersi sudah hampir setahun dan sudah sering dicari Propam,” beber Kombes Rifa’i.

Terkait dugaan pidananya, AR telah ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap oleh Jajaran Dit Polairud Polda Kalsel, Senin (7/3/2022).

Diketahui, AR merupakan pemilik dari 245 batang kayu log jenis meranti, bintangur, terantang dan jambon dengan volume 35,89 meter kubik yang diangkut menggunakan KM Berkat Rahim.

Baca juga: Minyak Curah Kosong, Harga Minyak Kemasan Justru Turun di HSS, Ini Daftar Harganya

Baca juga: Empat Jam Mengintai, Satpol PP Tanahlaut Geruduk Pangkalan Elpiji dan Sita Beberapa Tabung Melon

KM Berkat Rahim beserta muatannya diamankan Dit Polairud Polda Kalsel di perairan Sungai Barito, Provinsi Kalsel karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Dugaan pidana yang dilakukan AR diancam dengan Pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Ancaman pidananya yaitu penjara minimal 1 tahun hingga maksimal 5 tahun serta denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

( Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved