Fikrah

Lika Liku Rezeki Manusia

ALLAH SWT telah menciptakan manusia dan menganugerahkan segala fasilitas untuk hidup dan kehidupan mereka.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - ALLAH SWT telah menciptakan manusia dan menganugerahkan segala fasilitas untuk hidup dan kehidupan mereka; itulah dia “Rezeki”. Dalam menganugerahkan rezeki, Allah SWT telah membukakan pintu-pintu rezeki berupa:

Pertama, rezeki yang telah di jamin. Allah SWT berfirman,“…..Wa maa min daabbatin fil-ar?i illaa ‘alallaahi rizquhaa wa ya’lamu mustaqarrahaa wa mustauda’ahaa, kullun fii kitaabim-mubin.” Artinya: “…..Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” QS. Hud Ayat 6.

Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa tidak ada makhluk di muka bumi ini yang Allah ciptakan melainkan mereka telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Setiap makhluk yang diciptakan oleh Allah khususnya kita manusia tidak akan meninggal dunia kecuali telah habis rezeki didunia ini maka oleh sebab itu hendaklah jangan gusar dengan perkara rezeki.

Kedua, rezeki karena usaha. Allah SWT berfirman,“Fa izaa qu?iyati?-?alaatu fantasyir? fil-ar?i wabtag? min fa?lillaahi wazkurullaha ka?iiral la’allakum tufli??n.” Artinya “Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan perbanyaklah mengingat Allah supaya kamu menjadi orang yang beruntung.” QS. Al Jumu’ah ayat 10.

Dari ayat di atas Allah SWT memerintahkan kita untuk mencari karunianya yakni rezeki. Kita tidak boleh berdiam diri menanti belas kasihan orang lain, dan maksud berdzikir kepada Allah dalam ayat tadi adalah agar kita mencari rezeki dengan cara yang halal yang tentunya diridhai Allah SWT karena apabila seseorang mencari dan menggunakan rezeki yang haram; baik pakaiannya, makan minumnya dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya terlebih digunakan untuk beribadah maka ibadahnya tidak akan diterima Allah dan bahkan bisa mengundang jilatan api neraka.

Ketiga, rezeki karena bersyukur. Allah SWT berfirman, “La`in syakartum la`aziidannakum wa la`ing kafartum inna ‘azaabii lasyadid.” Artinya “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” QS. Ibrahim ayat 7

Tanda orang yang bersyukur atas nikmat dan rezeki Allah ialah selalu berusaha untuk berbuat taat dan ibadat kepad Allah SWT.

Keempat, rezeki karena rajin menjalin silaturrahmi. Nabi SAW bersabda,”Man ahabba hyyubsathalahu fii rizqihi wa ay-yunsa-a fii atsarihi fal yashil rahimahu.” Artinya “Barang siapa yang ingin murah rezkinya dan panjang umurnya maka hendakanlah selalu menghubungkan silaturrahmi.”

Kelima, rezeki karena menikah. Menikah hukumnya wajib bagi yang mampu.

Dengan menikah maka Allah akan memberikan kecukupan hidup bagi seseorang yang melaksanakannya. Allah SWT berjanji dalam firman-Nya, “Wa angki?ul-ayaamaa mingkum wa?-?aali?ina min ‘ibaadikum wa imaa`ikum, iy yak?n? fuqaraa`a yugnihimullahu min fa?lih, wallaahu waasi’un ‘aliim.” Artinya “Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. An Nur Ayat 32

Keenam, rezeki karena anak. Allah SWT berfirman,”Wa la taqtuluu aulaadakum khasy-yata imlaaq, na?nu narzuquhum wa iyyaakum, inna qatlahum kana khi?`ang kabiraa.” Artinya “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” QS. Al Isra ayat 31.

Anak adalah karunia Allah SWT bagi sepasang suami istri dan perlu diingat bahwa setiap anak yang lahir kedunia; rezeki telah dijamin Allah SWT. Sepasang orang tua misalnya mereka bisa pergi berhaji bukan dari rezekinya tetapi dari anaknya.

Ketujuh, rezeki karena sedekah. Kita tahu bahwa orang yang bersedekah nantinya akan dibalas oleh Allah dengan berlipat ganda hartanya dan ketahuilah bahwa diceritakan dua malaikat berdiri diupuk timur sembari melihat dan memperhatikan para hamba Allah. Satu di antara malaikat itu “Ya Allah berilah ganjaran kepada hamba Mu yang bersedakah itu dengan ganjaran yang berlipat ganda” dan yang satu malaikat bedoa “Ya Allah rusakanlah harta orang yang kikir.” Oleh karena itu pada setiap harinya bagi seorang muslim hendaklah selalu menyediakan uang untuk bersedekah, baik sedikit apalagi banyak.

Dari riwayat-riwayat di atas tadi maka kita dapat mengambil intisari bahwa kendati kita percaya bahwa rezeki sudah ditentukan oleh Allah tetapi kita harus berusaha mencari anugerah Allah itu dengan cara yang diridhai-Nya dan perlu diingat jangan sampai dalam usaha kita untuk memperoleh rezeki membuat lupa dengan kewajiban-kewajiban lainnya sebagai seorang muslim.Wallahu a’lam. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved