Tajuk

Efek Berantai Pertalite

Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal jika presiden Joko Widodo akan menaikan harga Pertalite

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
Ilustrasi - Harga Pertalite 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal jika Presiden Joko Widodo akan menaikkan harga Pertalite. Bahkan, menurut Luhut, kenaikan harga Pertalite itu akan diumumkan presiden minggu depan.

Adanya kebijakan ini karena BBM subsidi membebani APBN hingga Rp 502 triliun. Dengan menaikkan harga Pertalite ini bakal mengurangi beban APBN akibat BBM bersubsudi.

Sayangnya, kenaikkan harga BBM nomor oktan 90 itu diprediksi bakal membuat inflasi komponen inti. Pada akhirnya inflasi secara keseluruhan akan meningkat lebih pesat dari posisi terakhir sebesar 4,94 persen secara tahunan (year on year alias yoy).

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, apabila harga Pertalite resmi dinaikkan, maka inflasi berpotensi tembus ke level 7 persen secara yoy. Ini karena Semua barang akan naik dan transportasi bisa semakin naik semakin tinggi.

\Dengan tingkat inflasi yang tinggi, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan oleh bank sentral. Pengetatan moneter melalui penyesuaian tingkat suku bunga acuan memang sudah dilakukan oleh berbagai bank sentral, seperti The Federal Reserve (The Fed), untuk memerangi inflasi di negaranya.

Sekadar info, pada Juli 2022 terjadi inflasi sebesar 4,94 persen secara yoy. Komponen volatile food mencatatkan peningkatan paling tinggi, yakni 11,47 persen, sementara inflasi komponen inti sebesar 2,86 persen secara yoy.

Jika pemerintah benar-benar menaikkan harga Pertalite ini, maka harus diantisipasi efek berantainya. Apalagi, saat ini harga-harga kebutuhan pokok sedang naik. Tentunya, jika efek kebijakan ini tak tertangani, bakal memukul ekonomi, terutama masyarakat menengah ke bawah.

Bahkan, kebijakan ini menurut sejumlah pengamat bisa menambah angka kemiskinan jika tak tetanggulangi. Tentunya, bukan hanya kebijakan bantuan langsung tunai yang dinanti, tapi kebijakan secara makro untuk mengadang efek berantai kenaikan harga pertalite itu. (*)
 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved