Tajuk
Perkuat Nilai Moral
Penanganan Human Immunodeficiency Virus (HIV) perlu dilakukan dengan tepat agar pasien tidak terancam jiwanya
Human Immunodeficiency Virus (HIV) diketahui sebagai virus yang menganggu sistem kekebalan tubuh. Infeksi virus ini bisa mengancam nyawa jika tak ditangani dengan tepat. Penularan virus ini bisa terjadi melalui pemakaian jarum suntik secara bergantian, menggunakan peralatan tato dan tindik yang tidak disterilkan, serta seks tanpa pengaman.
Di Kalimantan Kalsel (Kalsel) ada 105 ribu lebih warga berisiko terpapar virus HIV ini. Pemprov Kalsel mencatat 237 kasus konfirmasi HIV. Dari total itu, sebanyak 199 orang dengan HIV (ODHIV) berhasil diobati. Data tersebut diambil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel sejak Januari hingga Juli 2022. Kepala Dinkes Kalsel, dr Diauddin Badrudin menyebutkan mayoritas ODHIV dari kalangan pegawai swasta. Kebanyakan terpapar akibat pelanggan seks.
Dari 237 ODHI, 38 di antaranya belum berhasil diobati. Beberapa dari mereka ada yang sudah meninggal dunia. Namun tak sedikit juga yang enggan untuk berobat. Solusi yang selama ini dilakukan bukannya memecahkan masalah, tapi menambah masalah. Solusi itu adalah penanggulangan HIV/AIDS melalui sosialisasi penggunaan kondom kepada pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Jika ditelaah lebih dalam formula ini hanya akan memicu tumbuhnya perilaku seks bebas di kalangan semua lapisan masyarakat yang tentunya makin jauh dari tuntutan agama. Jika ada gerakan pembagian kondom secara besar-besaran yang dianggap sebagai salah satu bentuk kampanye penolakan seks bebas, tentu patut dipertanyakan maksud di balik gerakan tersebut.
Ada kekhawatiran, pembagian kondom tersebut justru hanya akan memprovokasi masyarakat untuk melakukan seks bebas dengan cara ‘aman’.
Tak ada jalan lain, pemerintah dan seluruh masyarakat diminta untuk bersama-sama mengupayakan ketahanan keluarga melalui penguatan nilai-nilai moral dan agama agar bangsa Indonesia lebih bermoral dan bermartabat. Cara terbaik untuk mencegah virus mematikan itu menyebar hanyalah dengan cara memperkuat nilai moral dan agama setiap individu serta keluarga. Generasi muda tentunya, termasuk pelajar dan mahasiswa mengisi semua aktivitasnya dengan kegiatan yang bermanfaat.
Banyaknya waktu kosong dan tak ada kegiatan positif hanya akan memicu ke satu perilaku juga perbuatan negatif yang nanti akan mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai moral di masyarakat. Setiap agama, tentunya sangat melarang perilaku seks bebas. Kampanye pembagian kondom untuk mengurangi risiko akibat seks bebas itu sangat bertolak belakang dengan jati diri bangsa yang menjunjung nilai moral dan agama. Kampanye penolakan terhadap seks bebas sudah saat ini sepatutnya menjadi misi utama yang harus digalang oleh masyarakat Kalsel dan Indonesia pada umumnya. Semangat berbudaya ketimuran perlu kita gaungkan kembali. (*)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hiv-aids_20161129_143509.jpg)