Berita Banjarmasin

KPU Kalsel Pastikan Anggaran Rp 200 Miliar Cukup untuk Menyelenggarakan Pilkada 2024

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan Rp 200 miliar untuk keperluan Pilkada 2024 dan dinyatakan cukup oleh KPU Kalsel.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ACHMAD MAUDHODY
Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Selatan (KPU Kalsel) di Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menyiapkan anggaran Rp 200 miliar untuk pelaksanaan Pilkada 2024. Anggaran tersebut akan dibayar dicicil dalam dua tahun. 

Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah pada Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Fatkhan, Selasa (6/9/2022), mengatakan, anggaran Pilkada tersebut mulai dicicil pada tahun ini. 

Pada tahun ini anggaran diambil dari APBD murni Rp 75 miliar dan dari APBD Perubahan Rp 25 miliar. Sedangkan Rp 100 miliar sisanya bakal dianggarkan pada APBD 2023. 

"Anggaran dimasukkan ke dana cadangan, lalu dicairkan saat tahapan pilkada dimulai," ujar Fatkhan.

Baca juga: Seorang Anak di Kabupaten Barito Kuala Kalsel Diduga Jadi Korban Pencabulan

Baca juga: Cabuli Bocah SD Dirumah, Kakek 63 Tahun di Batola Kalsel Diamankan Polisi

Meski menyiapkan Rp 200 miliar, dia menyebut, bisa jadi anggaran yang digunakan pada pilkada nanti lebih dari itu. Namun, pihaknya diminta menyiapkan dari sekarang.

Apabila nantinya memang kurang, dana tambahan bisa dianggarkan lagi pada APBD 2024. "Nanti juga ada dana dari APBN," ucap Fatkhan. 

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kabankesbangpol) Kalsel, Heriansyah, menuturkan, pemprov sudah menyiapkan perda tentang dana cadangan untuk penyelenggaraan pilkada serentak.

Terkait dana yang diperlukan nanti, dia membandingkan, anggaran pilkada 2019 sebesar Rp150 miliar, kemudian ditambah anggaran saat pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Rp 5 miliar.

Baca juga: Usut Asal-usul Bayi di Desa Simpang Tiga, Puskesmas Mataraman Kumpulkan Bidan Desa di Mataraman

Baca juga: Bayi Temuan di Mataraman Diamankan Dinas Sosial P3AP2KB Banjar, Beberapa Warga Ajukan usulan Adopsi

Baca juga: BREAKING NEWS, Bayi Lelaki Ditemukan di Warung di Desa Simpang Tiga Kabupaten Banjar

“Namun dana Rp 5 miliar untuk PSU itu tidak terpakai, sehingga dikembalikan ke kas daerah oleh KPU Kalsel,” jelasnya.

Dia menambahkan, dana pilkada nantinya berupa dana hibah, yang dimulai dengan Nota Kesepakatan Hibah Daerah (NKHD). Setelah itu baru diproses pencairannya sesuai permintaan KPU.

Sisi lain, KPU Kalsel memperkirakan pilkada serentak 2024 nanti bakal menyedot anggaran hingga Rp 129 miliar. 

"Ini tidak termasuk APD. Karena, kami minta hibah barangnya saja," beber Sekretaris KPU Kalsel, Basuki. 

Baca juga: Sebanyak 14 Adegan Dilakukan dalam Rekonstruksi Pembunuhan yang Digelar Polres HSS Kalsel

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Desa Binderang Tapin, Korban Sempat Bertahan Dua Jam dalam Sumur

Namun, Basuki belum bisa memastikan, berapa sokongan dari pemerintah pusat. Sebab anggarannya masih disusun. “Saat ini baru Rp 1,3 miliar. Kami masih menunggu tambahannya,” katanya. 

Sementara itu, Ketua KPU Kalsel, Sarmuji, mengatakan anggaran Rp 200 miliar tersebut dipastikan cukup untuk KPU dan Bawaslu. "Cukup saja untuk KPU dan Bawaslu," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved