Fikrah

Sayyidul Istighfar

ISTIGHFAR adalah permohonan ampun kepada Allah SWT. Perkataan yang menunjukkan ke arah itu antara lain adalah Astaghfirullah.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - ISTIGHFAR adalah permohonan ampun kepada Allah SWT. Perkataan yang menunjukkan ke arah itu antara lain adalah Astaghfirullah. Artinya aku mohon ampun kepada Allah. Atau selawat munjiyah yang berbunyi Astaghfirullah halazim shalatan tunzina bihaminjami’in akwan wal afan wa takhdilana jami’al hajat watutahiruna minjami’i syaiat watubaliguna fiha kinzami’il hajat watutahiruna biha minjami’i syai’at watafarna’una biha indaka aqsal gayat minjami’il qhairat fil hayati wa’badal mamat.

Artinya Ya Allah berikanlah selawat kepada Nabi Muhammad SAW, selawat yang menyelamatkan kami dari pada segala musibah dan petaka dan selawat yang menunaikan semua hajat kami dan membersihkan segala kesalahan kami di waktu hidup dan sesudah kami meninggal.

Allah SWT berfirman, “Ma kanaullahu yuazzibahum wa anta fihim.” Artinya Allah tidak akan mengazab suatu kaum kalau engkau berada di sana. Lalu para sahabat bertanya,”Bagaimana nantinya wahai Nabi Muhammad SAW kami bisa menghindarkan musibah dan malapetaka seperti engkau masih hidup.” Allah SWT berfirman, “Wamakanaullahu muazzibahum wahum yastaghfiru.” Artinya Allah tidaklah mengazab suatu kaum kalau mereka selalu beristighfar, memohon ampun kepada Allah SWT.

Ada lagi selawat kamilah berbunyi demikian Allahumma shlai ala muhammadin salatan kamilatan wassalim salaman ala sayyidina muhammadin tanhallul bihi ukad, watanfariji bihil kurabu watuqdal bihi awahiju watuna bihi arragaibu wahusnul hawatimi filhayati huwa’dalmanat. Artinya ya Allah sampaikanlah selawat yang sempurna kepada Nabi Muhammad SAW, selawat yang menguraikan segala kesulitan dan menghilangkan segala malapetaka. Wayustaska biha gamam. Artinya selawat yang dengannya diturunkan hujan, selawat yang membuat kami husnul khatimah ketika hidup dan sesudah kami meninggal.

Selawat terbaik adalah dimohonkan kepada Allah di waktu sahur. Orang-orang ahli surga ketika masih hidup mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, mereka bertahajud memohon ampun kepada Allah. Sebaiknya seorang muslim dan mukmin pada setiap malamnya bertahajjud. Seperti halnya sebuah telepon genggam, tahajud adalah kita mengisi baterainya. Sesudah itu kiranya kita sholat subuh berjemaah ke rumah Allah ke masjid atau musala.

Nabi SAW bersabda, “Man sallah ghadata jamaatan summa yazkurullah taala kanat lahu faajri hajjin waumratin tammah tammah tammah” Artinya seorang muslim dan mukmin yang salat fardhu muslim berjamaah di masjid, kemudian ia berduduk berzikir mengingat Allah (Dimaksudkan membaca Al- Qur’an, bertasbih dan beristighfar) kemudian dia salat sunnat dua rakaat sesudah matahari terbit. Ia akan dianugrahi pahala haji dan umrah yang sempurna yang sempurna yang sempurna. Inilah yang di sebut dengan salat sunnah israq. Kemudian ia pulang ke rumahnya dan salat dhuha di rumahnya enam rakaat tiga kali salam.

Permulaan amal yang dilakukan oleh seorang muslim pada kesehariannya ialah bersedekah, tidak bisa banyak sedikitpun jadilah, apabila dia lakukan demikian, dua malaikat berdoa di ufuk timur “Allama’ti munfikan khalafa” Artinya Ya Allah gantilah orang yang berinfaq itu. Kalau infaqnya sedikit berarti gantiannya sedikit pula, kalau banyak tentu banyak pula. Tapi jangan sampai bolong. Malaikat yang satu berdoa “Allahumakti munsyikan talafa” Artinya Ya Allah rusakan lah harta orang yang kikir itu, naujubillah.

Pada keseharian kita dianjurkan pula membaca sayyidul istighfar yang berbunyi “Allahumma antarabbi laillahailla anta ana abduka wabnu abdika anta khalaktani waanu jubika minsyarri masyana’tu, abu ulaka bijanbi, fagfirli fainnahu layaghfiruzzjuna illaanta” Artinya ya Allah engkau lah tuhanku, tidak ada tuhan selain engkau. Engkau lah yang menciptakan aku, aku adalah hambamu anak dari hambamu aku tergadai dengan nikmatmu dan aku tergadai dengan dosa-dosaku, tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa itu selain engkau. Syaidul istighfar ini di baca sesudah salat maghrib maksudnya di awal malam dan sesudah salat subuh maksudnya di awal siang dibaca minimal 1 kali.

Sementara itu, di dalam buku kumpulan doa yaitu majmu syarif, di situ terdapat ungkapan doa yang sempurna dalam memohon ampun kepada Allah, disebut istighfar rajab. Kendati bukan bulan rajab doa ini bagus di baca pada setiap harinya. Wallahualam. (*)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved