Ekonomi dan Bisnis

 Disubsidi Pemprov Kalsel, Solar Untuk Nelayan di SPDN Jadi Rp 5.800 Perliter  

Pemprov Kalsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan merencanakan memberikan subsidi solar langsung untuk nelayan di SPDN

Tayang:
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kenaikan harga BBM jenis solar dipastikan akan berdampak bagi nelayan Kalimantan Selatan (Kalsel). Karenanya Pemprov Kalsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan merencanakan memberikan subsidi solar langsung untuk nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono di Banjarbaru Senin (12/9/2022) mengatakan subsidi solar yang diberikan ke nelayan rencananya sebesar Rp 1000 per liter. Dengan subsidi tersebut maka nelayan akan mendapatkan harga Rp 5.800 per liter dari harga solar yang ditetapkan pemerintah kini yakni Rp 6.800 per liter.

"Ini sesuai arahan Pak Gubernur Kalsel untuk mengantisipasi inflasi akibat dari kenaikan harga BBM," katanya.

Ia menyebut, solar bersubsidi nantinya disediakan di Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) di empat pelabuhan perikanan milik pemprov. Yakni, di Kotabaru, Batulicin, Muara Kintap dan Banjarmasin. 

Baca juga: Solar di Eceran Banjarmasin Tembus Rp15 Ribu per Liter, Motoris Kelotok Ini Terpaksa Naikan Tarif

Baca juga: Amankan Penimbun BBM, Polres Bontang Amankan 835 Liter Solar Bersubsidi

Baca juga: Kesulitan Dapat Solar, Nelayan di Kabupaten Tanah Bumbu Ini Banyak Beralih Jadi Buruh Bangunan

Solar subsidi yang disediakan rencananya 10 tangki per bulan, dari September sampai Desember. Setiap satu tangki memiliki kapasitas 8 ribu liter. 

Rencana ini kata Rusdi masih berproses. Ia berharap usulan ini disetujui. Sebab, anggarannya hanya sekitar Rp 320 juta. 

"Anggarannya diambil dari dana transfer umum sesuai arahan presiden," ucapnya. 

Bantuan subsidi solar ini kata Rusdi dipilih karena akan dirasakan langsung oleh nelayan.

Rusdi menuturkan, semua nelayan di Kalsel nantinya berhak mendapatkan subsidi solar, asalkan mengisi di SPDN di pelabuhan perikanan milik Pemprov Kalsel sesuai kouta yang sudah disediakan.

Rusdi berharap Pertamina tak mengurangi pasokan solar ke SPDN meski sudah diberi subsidi oleh Pemprov Kalsel.

Berdasarkan data Dislutkan Kalsel, jumlah nelayan di Kalsel ada 28.252 sesuai data di 2020 lalu. 

Sebelumnya pemerintah menaikkan harga solar dari sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Sementara salah satu nelayan di Banjarmasin, Suriansyah mengatakan hingga kini kenaikan harga solar belum terasa karena hasil tangkapan kini cukup melimpah.

Dalam sehari Suriansyah bisa menjaring 15 ton ikan, khususnya ikan layang. 

"Sekarang hasil tangkapan cukup banyak, jadi belum begitu terasa, nanti kalau ikan sudah mulai sudah didapat, bisa sebulan di laut, pasti akan terasa dan berdampak," urainya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved