Fikrah

Doa Adalah Inti Ibadat

Doa adalah inti ibadat, ketika kita beribadah kepada Allah SWT. Proses berdoa ini dimulai sejak kita berwudu

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - DOA adalah benaknya ibadah. Artinya doa adalah inti ibadat, ketika kita beribadah kepada Allah SWT. Proses berdoa ini dimulai sejak kita berwudu. Ketika kita membasuh muka, Nabi SAW menyunnahkan agar kita berdoa dengan ungkapan “Allahumma bayyit wajhi kamatabbiyat wuduhu yauma tabiyyattuwudhu wataswattu wuju.” Artinya ya Allah cerahkan wajah ku di mana di hari kiamat nanti ada wajah yang cerah dan ada wajah yang kusut.

Ketika membasuh tangan kanan Nabi menyunnahkan berdoa, “Allahimma’ti kitabi biyamini wahasibni hisaban yasira.” Artinya ya Allah berikanlah kitab catatan ku dari sebelah kanan dan hisab lah aku dengan perhitungan yang mudah. Ketika membasuh tangan kiri, Nabi menyunnahkan berdoa, “Allahumma lata’tinni kitabi bisimali walamin waraizahri walatuhasibni hisaban asira.” Artinya ya Allah janganlah engkau datangkan kitab catatan ku dari sebelah kiri atau dari belakang ku dan jangan lah engkau hisab aku dengan perhitungan yang susah.

Ketika kita salat, kita difardhukan atau diwajibkan membaca surah Al Fatihah. Surah Al Fatihah ini adalah dialog kita dengan Allah SWT, dimana Allah SWT menjawab apa yang kita katakan. Ketika kita mengatakan bismillahirrahmanirrahim. Artinya dengan nama Allah yang pengasih lagi penyayang. Allah menjawab Jakarani Abdi. Artinya hambaku mau mengingat atau menyebut namaku. Ketika kita mengatakan Alhamdulillah hirabbil alamin. Artinya segala puji bagi Tuhan pencipta alam semesta. Allah menjawab Hamidani abdi. Artinya hambaku memuji aku.

Ketika kita mengatakan Ar Rahman Ar Rahim. Artinya yang maha pengasih dan maha penyayang. Allah menjawab Hamidani abdi. Artinya hambaku menyanjung aku. Lalu ketika kita mengatakan Malikiyaumiddin. Artinya Tuhan pemilik hari pembalasan. Allah menjawab Haja baini wabayna abdi. Ketika kita mengatakan Iyya kana’budu waiyya kanasta’in. Artinya hanya kepadamu ya Allah kami menyembah dan hanya kepadamu kami memohon pertolongan. Allah menjawab ini antara aku dan hambaku kepadaku dia menyembah dan kepadaku dia memohon pertolongan.

Ketika kita mengatakan Ihdinassyira talmustaqim syiratalladzina an’amta alaihim ghairil magdu bialaihim waladdalin. Artinya tunjukilah kami jalan yang lurus yaitu jalan orang yang kau beri nikmat dan bukan jalan orang orang yang sesat. Allah menjawab, ini semuanya untuk hambaku, akan aku berikan hidayah seperti yang ia minta. Lalu kita mengatakan Aamiin. Artinya perkenankan lah wahai Tuhan Ku.

Lalu kita rukuk. Dalam rukuk kita berdoa Subhanarabbiyal a’zimi wabihamdih. Artinya maha besar Tuhan yang maha agung dan padanya aku memuji. Lalu kita i’tidal, kita dianjurkan berdoa Sami’allah huliman hamidah. Artinya Allah mendengar siapa yang memujinya. Lalu kita sujud yang pertama kita dianjurkan membaca doa Subhana rabbiya a’la wabihamdih. Artinya maha suci Tuhan yang maha tinggi dan aku memujinya.

Lalu kita duduk antara dua sujud, kita dianjurkan berdoa Rabbi firli warhamni wajburni warfa’ni. Artinya Ya Allah ampunilah aku, sayangi lah aku angkatlah derajatku dan tunjukilah aku. Kemudian kita sujud kedua, kita disunnahkan membaca Subhana rabbiyal a’la wabihamdih. Artinya Maha suci Tuhan yang maha tinggi dan dengan aku memujinya.

Dalam sujud terakhir ini, kita dianjurkan berdoa yang banyak. Nabi SAW bersabda, “Aqrabu mayakunul abdu wahuwasajid, faaksiru minaddua.” Artinya paling dekat posisi seorang hamba dengan Tuhannya ialah pada waktu ia sujud oleh sebab itu kata Nabi perbanyaklah berdoa. Doa yang kita minta tentu diucapkan dengan bahasa sholat yaitu bahasa Arab. Bila yang diminta kita tidak tahu bahasa Arabnya maka bisa disampaikan dengan hati yaitu doa meminta kebaikan dunia akhirat dan dijauhkan dari api neraka. Doa ini di sebut orang doa sapu jagat, barang kali karena meminta sesuatu yang diperlukan kita di hari akhirat nanti, yaitu kebaikan dunia akhirat dan minta dijauhkan dari siksa neraka.

Kita juga minta Husnul Khatimah, yaitu Allahumma Ahini inkanatil hayatu hayyanli waamidni inkanattil manatu hayranli. Artinya hidupkan lah aku jika hidup itu baik untukku dan matikan lah aku jika mati itu lebih baik dariku. Allahumma warjukni taubatan nasuha kablal maut, warahatal indal maut wamaghfiratan ba’dal maut Allahumma hawwin alayna sakaratal maut wanajata minannar. Artinya ya Allah berikanlah aku taubat nasuha sebelum meninggal, dan mudahkan lah sakaratul maut ku, dan selamatkan aku dari api neraka dan al aqwa indal hisab kemaafan ketika aku dihitung dan selamat dari api neraka. Allahumma ini asaluka husnal khatimah. Artinya ya Allah aku mohon kepada engkau akhir yang baik , selamat dari api neraka dan kemaafan ketika dihisab. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved