Ekonomi dan Bisnis

Pasca PPKM, Kelepon, Lakatan dan Jajanan Khas Banjar Lainnya di Martapura Kembali Banyak Peminat

Pasca PPKM dicabut, pedagang jajanan khas Banjar di Martapura Kabupaten Banjar menuai berkah. Dagangan kelepon, lakatan dan lainnya kembali diminati.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Achmad Maudhody
Banjarmasinpost.co.id
Suasana penjualan Wadai khas Banjar di samping CBS Kabupaten Banjar. Pasca PPKM dicabut, pedagang jajanan khas Banjar di Martapura Kabupaten Banjar menuai berkah. Dagangan kelepon, lakatan dan lainnya kembali diminati. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Penjualan jajanan tradisional di Kabupaten Banjar mulai meningkat selepas meredanya pandemi Covid 19 dan dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Aulia salah satu Penjual Kue Tradisional Banjar, merasakan dampak positif terhadap omzet dagangannya.

"Biasanya sepi pembeli. Ini Alhamdulillah, mulai ramai lagi, ya ada lah yang singgah beli kue khas tradional Banjar," kata dia.

Menurut Aulia, jajanan khas Banjar yang ramai dibeli warga adalah kue Lakatan, Wadai Bipang Talipuk dan Kelepon.

"Lakatan biasanya dipakai untuk orang hajatan," kata Aulia.

Pedagang kelepon buntut di Kabupaten Banjar pun sudah bisa sumringah, karena dagangan mereka kini mulai ramai pembeli.

Baca juga: Serunya Perjalanan Wisata Susur Sungai di Marabahan Batola Kalsel, Ini Destinasi Bisa Dinikmati

Baca juga: Info Cuaca Ekstrem Kalsel 9 Januari 2023, Simak 27 Daerah Lain Mengalami Hal Serupa

Bukan hanya di lapak Aulia yang berlokasidi samping CBS, tapi penjual kelepon yang menjajakan dagangan di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kilometer 39 Martapura juga merasakan kenaikan omzet.

Salah satu pedagang kelepon warga Gang Hijrah Sekumpul, Isnawati, Ia sempat berhenti berjualan lantaran sepi pembeli imbas PPKM beberapa waktu lalu.

“Saat COVID-19 hanya laku 10 kotak jadi saya tidak berjualan,” ujarnya.

Isna mengatakan, jumlah itu sangat jauh jika bandingkan dengan penjualan sebelum pandemi, dimana Ia dalam sehari bisa menjual 70 kotak kelepon dalam sehari.

Juni 2022 lalu, Isna kembali memberanikan diri untuk berdagang jajanan khas kota santri itu.

Harganya masih sama R p5.000 perkotak.

“Hari ini alhamdulillah sudah laku 40 kotak dari pagi tadi. Sehari omzet saya sampai Rp 350 ribu bisa lebih,” ucap Isnawati.

( Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved