Fikrah

Turunnya Nabi Isa As

NABI Isa As akan turun di akhir zaman, pada waktu adanya Dajjal. Nabi Isa As bersama Imam Mahdi membunuh Dajjal.

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - NABI Isa As akan turun di akhir zaman, pada waktu adanya Dajjal. Nabi Isa As bersama Imam Mahdi membunuh Dajjal. Ia turun di sebelah timur Kota Damaskus. Ia menegakkan keadilan dan syariat Islam dan menghidupkan nilai-nilai syariat yang ditinggalkan manusia, menghancurkan salib, membunuh babi dan menggugurkan jizyah, sesudah itu harta benda melimpah ruah, orang-orang merasa sekali sujud lebih baik dari pada dunia dan isi-isinya.

Secara global di antara tanda-tanda turunnya Nabi Isa As adalah keluarnya Dajjal, ditaklukkannya Konstantinopal, dan keluarnya Yakjuj dan Makjuj pada masa Al Masih, lalu beliau mendoakan kebinasaan bagi mereka dan membersihkan bumi dari mereka. Kemudian Allah Swt memberi berkah pada binatang ternak dan tumbuh-tumbuhan. Menurut hadis riwayat dari Abu Hurairah ra menyebutkan selama 40 tahun. Menurut riwayat dari Ibnu Abbas ketika itu Nabi Isa menikah di bumi dan tinggal di bumi selama 19 tahun.

Rasulullah SAW menyatakan sesungguhnya menjelang hari kiamat nanti, Isa akan turun kembali ke bumi. Istilah ini dalam versi Kristen disebut dengan The Second Coming (kedatangan untuk kedua kali). Kedatangannya bukan membenarkan agama Kristen dan Katolik, melainkan mengajak umat manusia untuk mengikuti ajaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW. Tak hanya itu, kedatangan Isa juga akan membersihkan aliran-aliran dan akidah yang sesat dan menyesatkan.

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit). Apabila kamu telah melihatnya, ketahuilah bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air walaupun ia tidak basah.” (HR Abu Dawud)

“Sekelompok dari umatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat sehingga turunlah Isa bin Maryam. Maka, berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi), ‘Kemarilah dan imamilah salat kami.’ Ia menjawab, ‘Tidak. Sesungguhnya, sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat ini (umat Islam).’’ (HR Muslim dan Ahmad)

Hal pertama yang akan dilakukan Isa setelah turun dari langit adalah menunaikan salat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis di atas. Isa akan menjadi makmum dalam salat yang dipimpin oleh Imam Mahdi. Peristiwa kedatangan Isa ini sebelumnya akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi dengan kezaliman, kesengsaraan, dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia. Pada saat itu, seorang pemimpin Muslim (Al-Mahdi) akan berhadapan dengan Dajjal yang telah menyebarkan fitnah di kalangan umat Islam. Maka, saat itulah, Isa putra Maryam akan turun ke bumi dan menumpas semua itu dan membunuh Dajjal, membersihkan segala penyimpangan agama, dan menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal. Dajjal ini mengaku bahwa dirinya sebagai Tuhan. Maka, Isa akan bekerja sama dengan Imam Mahdi untuk memberantas semua musuh-musuh Allah.

Selain itu, Isa juga akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj. Dalam hadis yang diriwayatkan Thabrani, disebutkan, fitnah dan kejahatan Ya’juj dan Ma’juj ini sangat besar. Tiada seorang manusia pun yang dapat mengatasinya. Jumlah mereka sangat banyak sehingga kaum Muslim terpaksa harus menyalakan api selama lebih kurang tujuh tahun untuk berlindung dari penyerangan dan panah-panah Ya’juj dan Ma’juj.

Sebagaimana dikisahkan, Ya’juj dan Ma’juj selama ini terkungkung dalam sebuah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain. Mereka akhirnya bisa keluar setelah secara perlahan-lahan melubangi tembok tersebut. Tembok Zulkarnain itu terbuat dari besi dan tembaga dan terletak di daerah Georgia (Asia Tengah). Untuk mengatasi masalah ini, kaum Muslim terpaksa harus bertahan di bukit Thursina selama beberapa waktu. Hingga akhirnya Isa berdoa kepada Allah agar mengirimkan bantuan dan doa itu pun dikabulkan. Saat itulah, Ya’juj dan Ma’juj berhasil diatasi.

Setelah berhasil mengalahkan Ya’juj dan Ma’juj, Isa pun kemudian wafat.
Menurut sejumlah riwayat, saat diturunkan hingga wafatnya kelak, itu terjadi selama 40 tahun. Dan, kehadiran Isa ini merupakan salah satu tanda-tanda terjadinya kiamat kubra (besar). Nabi Isa As wafat dan disholatkan oleh umat Islam. Sesudah wafatnya Nabi Isa as bertiuplah angin mencabut nyawa semua orang yang beriman, tidak ada yang tertinggal lagi kecuali manusia yang jahat, setelah itu datanglah kehancuran. Wallahualam. (*)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved