Fikrah
Isra Mikraj
ISRA dan mikraj adalah diperjalankannya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Palestina, kemudian dinaikkan ke langit dan diterima oleh Allah SWT
Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID - ISRA dan mikraj adalah diperjalankannya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Palestina, kemudian dinaikkan ke langit dan diterima oleh Allah SWT dengan suatu penerimaan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Namun diriwayatkan bahwa ketika Nabi SAW berada dihadirat Allah SWT, beliau tersungkur dan mengatakan Attahiyatul mubarakatu shalawatut tayyibatutlillah, yang artinya penghormatan yang penuh berkah dan shalawat yang terbaik teruntuk bagi Allah. Allah menjawab Assalamualaika ayyuhanannabiyu warahmatullahi wabarakatuh, yang artinya selamat sejahtera buat engkau wahai Nabiku dan rahmat Allah serta keberkahannya bagi engkau wahai Nabi. Nabi menjawab Aasalamualaina waala ibadillahishalihin, yang artinya keselamatan yang engkau berikan itu wahai Allah adalah untuk kami semua dan untuk hamba-hamba Allah yang sholeh.
Berita isra mikraj ini diabadikan oleh Allah diawal surah Bani Israil ayat pertama Allah berfirman, “Subhanalladzi asra biabdihi lailan minal masjidil harami ilal masjidil aqsa alladzi barakna haulahu linuriyahu minayatina innahu huwassamiul basyir.” Artinya maha suci Allah yang menjalankan hambanya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang kami beri berkah sekitarnya untuk kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan kami karena dia maha mendengar lagi maha melihat.
Dalam satu ayat ini terkumpul ilmu komunikasi bahwa seseorang apabila hendak membuat sebuah berita harus terkumpul sejumlah elemen. Elemen yang pertama adalah siapa yang melakukan pekerjaan itu, di sini jawabannya adalah Allah yang Maha Suci, dimana hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh hambanya dia mampu melakukannya, karena itu dimulai dengan kata-kata subjeknya Subhanalladzi asra biabdihi yang artinya Maha suci dia yang menjalankan hamba nya.
Kedua kapan terjadinya peristiwa itu, jawabannya adalah terjadi di waktu malam (lailan). Ketiga dari mana ke mana terjadi nya peristiwa itu, jawabannya minal masjidil haram ilal masjidil aqsa. Artinya dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, yang diberi berkah alam sekitarnya pada waktu itu.
Untuk apa peristiwa itu dilakukan, jawabannya Binuriyahu minayatina, yang artinya untuk kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda kebesaran kami karena dia (Allah) Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Setelah selesai menerima perintah salat Nabi diturunkan dan beliau bertemu dengan Nabi Musa. Lalu Nabi Musa bertanya apa yang diperintahkan Allah? Nabi menjawab salat fardhu 50 waktu. Nabi Musa berkata lagi, Ummat mu tidak akan sanggup melaksanakannya. Ummat ku saja yang berbadan besar hanya diperintahkan dua kali salat, yaitu malam dan siang. Lalu Nabi Musa menyarankan kepada Nabi Muhammad agar minta keringanan kepada Allah SAW. Dalam riwayat ini masuklah riwayat Isra Iliyat sepertinya Nabi Musa lebih pintar dari pada Nabi Muhammad lalu menyarankan agar minta keringanan kepada Allah SAW.
Diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bolak-balik ke hadirat Allah sampai sembilan kali. Setiap kali minta keringanan, diringankan lima kali sehingga berjumlah 45 kali, maka yang tersisa hanya lima kali saja. Itulah yang kita kerjakan sekarang ini. Tetapi sebenarnya tidak ada pengurangan itu, perintahnya 50 kali namun pelaksanaannya hanya lima kali karena umat Islam bila mengerjakan kebaikan maka nilainya 10 kali. Oleh sebab itu salat sehari semalam dikerjakan 5 kali, karena nilainya setiap kali adalah 10, maka berarti tetap menjadi 50 kali artinya perintahnya tidak diubah, yang diubah hanyalah teknis pelaksanaan ibadah itu.
Allah SWT berfirman “Alhasanatu biasri amshaliha.” Artinya kebaikan itu (bagi orang beriman) satu kali dibalas dengan 10 kebaikan. Berbeda dengan kejahatan Alsyaiatu biamsaliha. Artinya kejahatan atau kemaksiatan dihukum satu kali saja, seperti halnya kejahatan itu sendiri, satu kali kemaksiatan dihukum satu kali juga.
Demikianlah keberuntungan orang yang beriman, apabila orang nonmuslim memeluk Islam maka hapuslah semua kejahatannya dan kebaikannya tetap diganjar Allah SWT. Nabi SAW bersabda “Khiyarukum filzaliyati hiyarukum filislam.”Artinya orang yang terbaik di waktu ia jahilliyah adalah terbaik di antara kamu ketika ia sudah memeluk islam. Alangkah beruntungnya orang yang memeluk Islam.
Nabi Muhammad SAW pernah mengirim surat kepada raja Hiraklios yang berbunyi “Aslim kaslam.” Artinya peluklah Islam niscaya engkau selamat. Surat yang sama ini juga dikirim ke Mesir, kepada penguasa Mesir yang bernama Muqauqis. Surat itu diterimanya dengan baik, maka ia memeluk Islam dan negerinya menjadi aman dan tentram. Sedang raja Persi merobek surat itu dan kerajaan Persi menjadi hancur seperti robeknya surat itu.
Demikianlah, semoga kita selalu dalam Islam dengan memelihara syahdat kita. Kemudiam memelihara sholat fardhu lima waktu dalam sehari semalam. Berpuasa ramadhan sebulan penuh di waktu siang. Menunaikan zakat harta dan minimal 1 kali dalam setahun yaitu mengeluarkan zakat fitrah atau zakat jiwa. Naik haji ke Mekah jika mampu berjalan ke sana. Wallahualam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kh-husin-nafarin-lc-ketua-mui-kalsel.jpg)