Opini Publik

Waspada Terhadap Ancaman Salmonella

Keberadaan bakteri Salmonella perlu mendapat perhatian serius karena kecenderungan masyarakat untuk membeli makanan meningkat pada bulan Ramadan

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Istimewa
dr Shofia Rahmawati, Dokter Umum RS Syifa Medika. 

Oleh: dr Shofia Rahmawati, Dokter Umum RS Syifa Medika

BANJARMASINPOST.CO.ID - BERKAH setiap tibanya bulan suci Ramadan mampu memicu munculnya pedagang dadakan, karena tuntutan konsumen yang memang sangat besar untuk keperluan berbuka puasa dengan makanan siap saji.

Pedagang dadakan untuk keperluan berbuka puasa selalu mudah ditemui dan selalu ramai dikunjungi para pembeli. Berkah Ramadan tahun ini sangat terasa kenikmatannya setelah kondisi masyarakat sudah merasa terbebas dari ancaman virus Covid-19 yang sudah membelenggu kebebasan aktivitas warga selama dua tahun lebih.

Maraknya pedagang makanan dadakan ini sebaiknya dipantau kebersihannya untuk keamanan konsumen. Pengawasan terhadap kualitas kesehatan makanan yang diperdagangkan masih dilakukan dengan skala yang terbatas.

Padahal keadaan seperti ini tidak bisa dianggap enteng, karena terbukti banyak penyakit yang bisa muncul akibat dari mengonsumsi makanan yang tidak bersih.

Berita mengejutkan baru terjadi di Kota Sampit, Kalimantan Tengah, sebanyak 84 orang keracunan massal setelah mengonsumsi makanan yang tercemar Salmonella, bahkan info terakhir sampai menelan korban jiwa.

Ketidakbersihan makanan ini dipengaruhi beberapa faktor di antaranya akibat kurangnya pengetahuan penjual tentang bagaimana mengolah dan menyimpan makanan secara bersih atau bahkan kesengajaan beberapa oknum yang berbuat nakal dengan memanfaatkan makanan tidak layak konsumsi seperti makanan yang sudah kadaluarsa dicampur bersama makanan yang masih layak konsumsi agar menekan biaya produksi dan meningkatkan untung dari penjualan.

Oleh sebab itu, peran BPOM dan pemerintah setempat juga perlu terus ditingkatkan untuk edukasi dan pengawasan kebersihan makanan yang dijual secara luas.

Banyak bukti ada aktivitas bakteri yang sering ditemui pada air dan benda padat seperti menempel pada bahan makanan yang dapat mengakibatkan makanan jadi tercemar dan berubah jadi membahayakan bila dikonsumsi. Salah satu contohnya adalah bakteri Salmonella.

Keberadaan bakteri Salmonella perlu mendapat perhatian serius karena kecenderungan masyarakat untuk membeli makanan meningkat pada bulan Ramadan daripada bulan lainnya seperti saat berbuka puasa bersama atau masyarakat yang memilih untuk membeli makanan di luar daripada mengolahnya sendiri di rumah. Sehingga, memilih tempat untuk membeli makanan dengan mempertimbangkan kebersihannya dirasa perlu untuk menekan angka penyakit demam typhoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Demam tifoid atau yang lebih dikenal sebagai penyakit tipes adalah salah satu penyakit yang sering terjadi dan perlu selalu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica serotipe typhi atau paratyphi yang bisa masuk ke tubuh penderita secara fecal-oral, yang berarti penularannya banyak melalui konsumsi makanan atau minuman tercemar serta manajemen pembuangan tinja yang kurang baik.

Di Indonesia kasus demam tifoid berkisar 350-810 per 100.000 penduduk, prevalensi penyakit ini di Indonesia sebesar 1,6 persen dan menduduki urutan ke-5 penyakit menular.

Terbukti keberdaan Salmonella akan lebih membahayakan apabila yang terserang kelompok rentan seperti pada anak-anak, lansia, dan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Upaya peningkatan kewaspadaan pada masalah kesehatan ini, perlu diawali dengan mengenal lebih jauh terkait apa itu Bakteri Salmonella dan bagaimana penyebaran sebagai upaya untuk menghindarinya.

Salmonella adalah salah satu jenis bakteri penyebab penyakit yang terkait dengan makanan sehingga bisa ditemukan dimana saja. Namun kebanyakan bakteri ini ditemukan di makanan yang belum matang dan makanan yang tidak terjaga kebersihannya. Contohnya, telur mentah, daging mentah, buah, dan sayur yang tidak dicuci dengan baik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved