Tajuk
Mohon Maaf Lahir Batin
Menjelang lebaran, Banjarmasin Post Group pun mengucapkan selamat Idulfitri 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir batin
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagian warga muslim Indonesia, Jumat 21 April 2023, merayakan Idulfitri 1444 Hijriah.
Sebagian lagi masih menunggu keputusan dan pengumuman pemerintah. Jika sama, alhamdulillah. Kalaupun pemerintah menyatakan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada 22 April 2023, tidak masalah. Kita harus saling menghormati.
Menjelang lebaran, Banjarmasin Post Group pun mengucapkan selamat Idulfitri 1444 Hijriah. Mohon maaf lahir batin.
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai media massa, BPost Group tentu tidak luput dari kesalahan. Seperti telat dalam menyampaikan informasi, tidak akurat, salah dalam memberitakan hingga membuat berita yang menyakitkan hati orang.
Tentunya kesalahan tersebut tidak diharapkan, apalagi disengaja. Niat kami adalah ingin memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan turut andil dalam pembangunan serta kesejahteraan Kalimantan Selatan.
Kami pun akan terus berupaya memperbaiki diri. Di antaranya memperkuat penyampaian berita secara online.
Pada libur lebaran ini, koran BPost tidak terbit selama empat hari yakni pada tanggal 21-24 April 2023.
Suratkabar BPost kembali terbit pada 25 April 2023. Namun demikian kami tetap akan menyampaikan informasi terutama mengenai Banua melalui situs banjarmasinpost.co.id serta akun media seperti Instagram Banjarmasin Post, Facebook BPost Online dan Youtube Banjarmasin News Video.
Selain kepada masyarakat, kami juga akan terus menyampaikan informasi, masukan dan kritikan kepada pemerintah daerah. Diharapkan para pejabat di Kalsel bisa menerimanya.
Kita perlu belajar dari kasus Provinsi Lampung. Tiktoker Bima Yudho Sapturo mengkritik pembangunan di kampung halamannya tersebut.
Kritikan anak muda tersebut ternyata membuat sejumlah pejabatnya tidak terima hingga berniat memidanakannya. Namun ternyata masyarakat bahkan se-Indonesia membela Bima. Kerusakan jalan di Lampung pun diumbar netizen di berbagai media sosial.
Pejabat pemerintah perlu semakin mendengarkan aspirasi masyarakat. Jika apa yang dikeluhkan masyarakat benar, minta maaf dan perbaiki.
Sekarang pemerintah tidak bisa memaksakan kehendak. Masyarakat punya saluran sendiri untuk menyampaikan unek-uneknya. Hal ini harus dipahami.
Pemerintah juga perlu memahami fungsi media massa sebagai penyalur aspirasi masyarakat. Kendati demikian kami sebagai media massa akan berusaha menyampaikannya sebijaksana mungkin. Tidak hanya cover both side, tetapi juga all side.
Semoga ini menjadi perenungan kita di pengujung Bulan Suci Ramadan. Semoga makin berkah dan sekali lagi mohon maaf lahir batin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)