Tajuk
Memuliakan Tamu Allah
dari kuota haji Indonesia 221.000, ada 188.964 jemaah calon haji yang sudah melunasi Bipih.
BANJARMASINPOST.CO.ID - MUSIM haji sudah sangat dekat.
Bahkan keloter pertama keberangkatan haji dilaksanakan pada 19 Mei 2023, artinya kurang lebih tinggal tujuh hari lagi.
Namun, dari total 3.818 calon jemaah haji Provinsi Kalimantan Selatan, sekitar 11 persen belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
Meskipun Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel M Thambrin optimistis, calon jemaah haji yang belum melunasi, akan selesai pada 12 Mei 2023.
Namun, tetap saja kemungkinan terburuk dapat terjadi.
Apalagi tanggal 12 Mei tersebut, merupakan tenggat akhir yang sebenarnya merupakan perpanjangan dari batas waktu sebelumnya.
Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Kalimantan Selatan, namun nyaris di tiap provinsi.
Seperti di Jawa Tengah ada 3.229 orang.
Di Kabupaten Bantul, Yogyakarta sebanyak 106 calon jemaah haji.
Sedangkan di Sumatera Selatan sebanyak 600 orang.
Informasi dari Kemenag RI sampai pekan lalu, dari kuota haji Indonesia 221.000, ada 188.964 jemaah calon haji yang sudah melunasi Bipih.
Sisa 14.356 calon jemaah haji yang belum melunasi dan ditarget menyelesaikannya paling telat 12 Mei 2023.
Kabar keterlambatan pelunasan Bipih karena adanya gangguan jaringan di Bank Syariah Mandiri (BSI) tentu tidak bisa dijadikan satu-satunya kambing hitam.
Sebab, hal teknis seperti itu selalu bisa dicarikan solusinya karena teknologi saat ini sudah maju.
Kesalahan-kesalahan teknis bisa dengan cepat ditangani.
Ada baiknya, Kemenag membuka jalur khusus pelunasan Bipih, sebagai alternatif jika ada kendala teknis pelunasan di bank penyalur setoran.
Kemenag juga harus rajin jemput bola mengingatkan para calon jemaah haji yang belum melunasi agar segera menyelesaikannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/umat-muslim-mengitari-kabah-saat-melakukan-tawaf-ibadah-haji-dengan-protokol-kesehatan.jpg)