Fikrah
Keutamaan Bulan Zulhijjah
Dalam bulan Zulhijjah terdapat waktu-waktu tertentu untuk menjalankan amalan istimewa.
Seharian beliau bertanya-tanya, apakah mimpi tersebut merupakan perintah yang datang dari Allah atau dari syaitan.
Momen mempertanyakan diistilahkan dalam bahasa sebagai ‘Yurawwi’ atau dapat dinamakan Tarwiyah.
Puasa Tarwiyah dapat membuat kita mengenang bagaimana perintah kurban turun kepada Nabi Ibrahim.Ketiga, Puasa Arafah menghapus dosa, Keutamaan Bulan Zulhijjah selanjutnya adalah amalan Puasa Arafah.
Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW “Puasa Arafah (9 Zulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” Menurut para ulama, dosa yang dimaksud adalah dosa ringan.
Puasa Arafah juga dapat menjauhkan api neraka, seperti yang diriwayatkan dalam hadits, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api Neraka selama tujuh puluh tahun.”
Keempat, sambut keutamaan bulan Zulhijjah dengan Takbir dan Zikir. Takbir atau mengumandangkan kalimat Allah khususnya kata ‘Allahu Akbar’.
Menegaskan kepada diri sendiri atau siapapun yang mendengarnya, bahwa sesungguhnya Allah ialah Tuhan Yang Maha Besar.
Sebagai bentuk memuliakanNya. Dikisahkan Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar rumah menuju pasar, pada sepuluh hari pertama Zulhijjah.
Kemudian mereka bertakbir, kemudian orang-orang di sekitarnya pun ikut bertakbir. Terdapat dua jenis takbir, yaitu takbir muthlaq dan takbir muqayyad.
Takbir muthlaq dilakukan pada setiap saat, siang ataupun malam hingga waktu shalat ied tiba. Takbir muqayyad dilakukan setiap selesai shalat fardhu lima waktu yang dilaksanakan secara berjamaah, dimulai dari matahari terbit di Hari Arafah hinggal Shalat Ashar pada Hari Tasyrik.
Selain takbir, bentuk memuliakan Allah juga dapat dijalankan dengan berzikir. Yaitu pujian untuk mengingat Allah SWT.
Bacaan zikir yang paling utama adalah ‘Laa Ilaaha Illallaah’ yang artinya ‘tiada Tuhan selain Allah’. Sedangkan doa yang paling utama adalah ‘Alhamdulillah’, yang artinya ‘Segala Puji Bagi Allah’.
Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq”. Wallahualam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kh-husin-nafarin-lc-ketua-mui-kalsel.jpg)