Karhutla Kalsel

Mata Pengendara Terasa Perih, Kabut Asap Karhutla Mulai Landa Kalsel

Karhutla Kalsel. Kabut asap menyelimuti sebagian wilayah di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tala, Kabupaten Batola, Kabupaten Tabalong, Kamis (27/7/2023).

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Karhutla Kalsel. Kabut asap akibat lahan tidur yang terbakar di perbatasan Batola dan Banjar di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (27/7/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Karhutla Kalsel. Kabut asap yang diduga sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melanda wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kemarin, Kamis (27/7/2023) pagi, kabut asap menyelimuti kawasan Landasanulin dan Lianganggang, Kota Banjarbaru.

Malah, kabut asap itu juga menyelimuti sebagian wilayah Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Kondisi serupa juga melanda wilayah Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong dan eEcamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Di wilayah Banjarbaru arah menuju Tala, saking tebalnya kabut asap telah mempengaruhi jarak pandang pengendara yang melintas.

Baca juga: Sembilan Satuan Kerja Polda Kalsel Sudah Pindah ke Banjarbaru

Baca juga: Dinas Perdagangan Pinjam Gedung hingga 2025, Pemindahan Kantor KPU Kalsel Tunggu Pemilu 2024

Baca juga: Apa Itu Asyura?

Dikonfirmasi Camat Lianganggang, Taufik Purwanto, membenarkan hal tersebut.

Kabut asap akibat karhutla yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Sudah dua hari Karhutla terjadi, tepatnya di perbatasan Kota Banjarbaru dan Tala,” katanya.

Dijelaskannya bahwa pihaknya bersama unsur relawan gabungan sudah melakukan upaya pemadaman.

Namun lantaran terkendala akses, sehingga cukup menyulitkan tim yang sedang bekerja di lapangan.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Banjarmasin dan 32 Kota Jumat 28 Juli 2023, Cek Cuaca Semarang dan Surabaya

Baca juga: MTQ Nasional Tingkat Provinsi Kalsel ke-34 Resmi Berakhir, Kafilah Banjar Raih Gelar Juara Umum

“Pemadaman juga sudah dibantu menggunakan helikopter, tetapi belum bisa maksimal,” jelasnya.

Meski demikian, kabut asap itu ujar Taufik hanya bersifat sementara. “Tadi saat agak siangan kami pantau, asap sudah mulai menipis, dan semoga Karhutla secepatnya tertangani,” harapnya.

Terpisah, dari pantauan asap tebal berwarna putih itu tidak sampai menggangu aktivitas penerbangan di bandar udara.

Hal itu diungkapkan Stakeholder Relation Manager Bandara Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian.

“Penerbangan tetap normal dan aman, asap tidak sampai menganggu penerbangan pesawat,” katanya.

Baca juga: Pria Tusuk Mantan Istri di HST Kalsel,  Polisi Beberkan Kronologis

Baca juga: Pria Tusuk Mantan Istri di HST Kalsel, Ini Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved