Berita Religi

Tak Hanya untuk Sholat Fardhu Saja, Fungsi Masjid Dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah

Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjabarkan fungsi mesjid sebagai rumah ibadah umat muslim tidak hanya digunakan untuk sholat.

Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
Youtube khalidbasalamah
Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjabarkan fungsi mesjid sebagai rumah ibadah umat muslim tidak hanya digunakan untuk sholat. 

"Maka seseorang harus jeli melihat dengan siapa yang menjadi sahabat kita, apabila salah duduk dengan orang, bukan dengan orang beriman maka akan merusak iman Anda, jika Anda duduk dengan orang beriman akan bertambah keimanan Anda," urai Ustadz Khalid Basalamah.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, menggambarkan sebuah komunitas pertemanan yang baik dan buruk.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Dari kedua jenis ini Rasulullah SAW menyebut pertemanan yang baik bak penjual minyak wangi, sedangkan pertemanan yang buruk seperti seorang pandai besi.

"Nabi SAW kemudian menjelaskan perumpamaan penjual minyak wangi berarti bisa saja dia memberikanmu minyak wangi, minimal tester, atau kau membeli minyak wangi itu dari dia, sementara pandai besi bisa saja membakar bajumu, atau mendapatkan bau busuk dari itu," terang Ustadz Khalid Basalamah.

Hal yang membahayakan ketika berteman dengan teman yang buruk atau salah, penglihatan, pendengaran, dan lisan terkoneksi dengan hati maka bisa membuat seseorang terpengaruh.

Seseorang yang mengucapkan kata-kata yang baik, berbobot, dan tahu pertanggungjawabannya kelak, atau orang yang asal berucap tidak mempedulikan baik atau buruk, sama-sama akan mempengaruhi dirinya dan orang lain.

Teman-teman buruk tersebut dapat menjerumuskan teman-teman lainnya ke arah kemaksiatan misalnya perzinahan, penipuan, dan lainnya.

"Pondasi keimanan sangat penting untuk pergaulan dan interaksi karena kita makhluk sosial maka harus hati-hati," tukas Ustadz Khalid Basalamah.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved