Opini Publik
Merdeka dari Perundungan
Bullying atau perundungan semakin sering terjadi dilakukan oleh anak-anak. Tidak hanya kepada sesama siswa tetapi juga guru menjadi sasaran
Oleh: Teguh Pamungkas, Penyuluh Keluarga Berencana Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjelang hari ulang tahun (HUT)-78 Kemerdekaan RI, tepatnya pada 14 Agustus 2023, terjadi perundungan di sekolah.
Bukanlah peserta didik yang mengalami bullying oleh sesama temannya, melainkan seorang guru yang merupakan pendidik di sebuah SMA di Maluku Tengah.
Videonya pun viral di media sosial, aksi itu mendapat kecaman publik dan menyesalkan atas peristiwa yang telah terjadi.
Perundungan bisa juga terjadi melalui dunia maya, apa yang dikenal dengan nama perundungan siber (cyberbullying).
Sama halnya perundungan, cyberbullying perilaku atau ucapan berulang yang ditujukan untuk mempermalukan, membuat orang marah, dan terus menakuti kepada mereka yang menjadi sasaran melalui internet.
Peritiwa bullying juga beberapa waktu lalu terjadi di SMA di Banjarmasin, di mana seorang pelajar telah melukai teman sekolahnya karena mengalami perundungan.
Merasa marah dan sakit hati, pelaku pun meluapkan dendamnya, sebelum berangkat sekolah ia menyiapkan sebuah pisau untuk dibawanya ke sekolah. Dan insiden penusukan pun terjadi di pagi hari itu (31/7).
Mengutip berita BanjarmasinPost.co.id edisi 19 Agustus 2023, pada pekan lalu tim psikologi Mabes Polri diturunkan untuk melakukan penelitian atas kasus tersebut.
Sementara itu, di Temanggung Jawa Tengah, seorang siswa SMP telah membakar sekolahnya karena sakit hati. Anak lelaki itu masih berusia 14 tahun. Emosi dan marah karena menjadi korban perundungan di sekolah.
Kisahnya, pada tanggal 27 Juni 2023 ia sengaja mendatangi sekolah di tengah malam sekitar pukul 02.00 WIB.
Sesampainya di sekolah, tak berselang lama dalam rekaman kamera pemantau, ia menyulut api di halaman dan mengeluarkan botol yang berisi bahan bakar dari dalam ransel, lalu melemparkannya ke arah bangunan sekolah. Yang akhirnya, nyala api membakar ruang prakarya, melahap karya-karya siswa dan selanjutnya merembet ke ruang kelas.
Lantas, bagaimana menyikapi masalah bullying yang terjadi di sekolah. Bagaimana antisipasi dan mencegah perundungan agar tak terjadi pula di masyarakat?
Menentukan Sikap
Orangtua, sekolah dan masyarakat selaku pendamping anak dalam melakukan interaksi sosial, ada beberapa pola untuk mencegah dan atau menyikapi terjadinya perundungan, seperti; pertama, sikap keterbukaan anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Teguh-Pamungkas-Penyuluh-BKKBN-Kalsel.jpg)