Jendela
GIBRAN
Sejak menjadi mahasiswa, salah satu penulis-seniman-filsuf yang karya-karyanya saya sukai adalah Kahlil Gibran (1883-1931)
“Kerja, kerja, kerja” adalah slogan Pak Jokowi dalam memimpin. Kahlil Gibran mengatakan, “kerja adalah cinta yang mengejawantah.” Bekerja dengan cinta, katanya, adalah ”laksana menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmulah yang akan mengenakan kain itu. Bagai membangun rumah dengan penuh kasih sayang, seolah-olah kekasihmulah yang akan mendiaminya di masa depan. Seperti menyebar benih dengan kemesraan, dan memungut panen dengan kegirangan, seolah-olah kekasihmulah yang akan makan buahnya kemudian.”
Di sisi lain, Gibran kritis terhadap hukum. “Kalian senang meletakkan perundang-undangan. Namun lebih senang lagi melakukan pelanggaran,” tulisnya. Ia melanjutkan: “Pabila yang akan kau buang itu suatu hukum yang tak adil, akuilah bahwa ia telah kau tulis dengan tanganmu sendiri, serta kau guratkan di atas permukaan keningmu. Mustahil kau akan menghapusnya dengan hanya membakar kitab-kitab hukummu…Pabila seorang zalim yang hendak engkau tumbangkan, usahakanlah dahulu agar kursi takhtanya yang kau tegakkan di hatimu, kau cabut akarnya sebelum itu.”
Pada akhirnya, Gibran melihat paradoks sebagai kenyataan hidup, seperti suka dan duka. Ia menulis: “Pabila engkau sedang bergembira, mengacalah dalam-dalam ke lubuk hati, di sanalah engkau dapati, bahwa hanya yang pernah membuat derita, berkemampuan membuatmu bahagia. Pabila engkau berdukacita, mengacalah lagi ke lubuk hati. Di sanalah pula kau bakal menemui, bahwa sesungguhnyalah engkau sedang menangisi sesuatu yang pernah engkau syukuri… Sebenarnyalah engkau ditempatkan di tengah timbangan yang adil, menengahi kegembiraan dan kesedihan.”
Alhasil, cintailah sewajarnya. Bencilah sewajarnya. Mari kita terima dinamika politik sebagaimana adanya. Biar pemilih kelak yang menentukannya. Tak perlu berlebihan. Tak usah cinta buta, apalagi benci buta! (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Islam-Negeri-UIN-Antasari-Mujiburrahman-19062023.jpg)