Opini Publik

Heroisme Ekonomi Syariah Para Capres-Cawapres

Pasangan calon presiden calon wakil presiden 2024 berpeluang besar memajukan ekonomi syariah, baik secara nasional maupun mondial.

Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Dosen Ekonomi Syariah pada Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Ahmad Ubaidillah. 

Oleh: Ahmad Ubaidillah, Dosen Ekonomi Syariah pada Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Lamongan (UNISLA)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap tanggal 10 Novermber, kita sebagai bangsa Indonesia selalu diingatkan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional.

Sejarah membuktikan bahwa sifat kepahlawanan seseorang tercermin pada kesetiaan, ketulusan, dan keberanian dalam menumpas para penjajah dengan tujuan mencapai Indonesia merdeka.

Curahan tenaga dan pikiran pahlawan pada saat itu terbukti mampu membebaskan Indonesia dari belenggu bangsa-bangsa asing yang berpikir eksploitatif dan bertindak opresif.

Secara definitif, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘pahlawan’ berarti (1) orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; dan (2) pejuang yang gagah berani.

Namun, dalam konteks berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia, pahlawan perlu dimaknai secara baru.

Kata pahlawan perlu dikontekstualisasikan pada perjuangan membangkitkan ekonomi syariah.

Artinya, pahlawan adalah individu atau kelompok, baik dari kalangan masyarakat umum maupun penguasa yang setia, tulus, dan berani serta rela berkorban demi kejayaan ekonomi syariah.

Dan, pasangan calon presiden (Capres) calon wakil presiden (Cawapres) 2024 berpeluang besar memajukan ekonomi syariah, baik secara nasional maupun mondial.

Mereka punya heroisme ekonomi syariah. Hal ini bisa dilihat dari dokumen visi, misi, dan program masing-masing Capres-Cawapres.

Pasangan Capres-Cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar telah merancang sejumlah program kerja yang akan dilakukan selama satu periode kepemimpinan.

Salah satunya adalah memberi perhatian khusus pada sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Agenda yang dikemas dalam Indonesia Adil Makmur untuk Semua adalah pertama, memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong terwujudnya rantai pasok ekonomi halal.

Kedua, menerapkan ketentuan Jaminan Produk Halal (JPH) secara adil, transparan, dan efisien.

Ketiga, menjadikan Indonesia pusat industri halal dunia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved