Tajuk
Mencegah Hepatitis
RIBUAN Tenaga Kesehan (Nakes) di Banjarmasin menjadi sasaran suntik vaksin Hepatitis B
BANJARMASINPOST.CO.ID - RIBUAN Tenaga Kesehan (Nakes) di Banjarmasin menjadi sasaran suntik vaksin Hepatitis B.
Untuk tahap awal, vaksin hepatitis B diberikan kepada sekitar 600 nakes, yang pencanangannya dilakukan di puskesmas Sungai Andai.
Tabiun Huda, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, disela-sela Hari Kesehatan Nasional (HKN), di Balai Kota, Minggu (19/11), menyampaikan akan ada total 2.000 nakes yang menjadi sasaran vaksin.
Menurutnya, nakes adalah kelompok mengkhawatirkan tertular hepatitis B atau disebut penyakit kuning, Sehingga menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kalsel, Anhar Ihwan, mengungkapkan distribusi vaksin dan RDT anti HBs oleh pusat dilakukan secara bertahap.
Kalsel mengusulkan kebutuhan vaksin sebanyak 13.853 dosis untuk 13 kabupaten/kota.
Adapun total sasaran nakes dan tenaga medis yang memenuhi syarat sementara ada 9.192 orang. Itu tidak menutup kemungkinan bertambah.
Saat ini hepatitis B memang masih menjadi momok. Jumlah kasusnya masih tinggi.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memang menjadikan nakes sebagai prioritas dalam program imunisasi hepatitis B secara gratis bagi masyarakat. Sebelumnya, juga telah dilakukan terhadap bayi.
Mengutip penjelasan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, tenaga kesehatan merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus hepatitis B dengan prevalensi kasus di Indonesia sebesar 4,7 persen dan proporsi tenaga kesehatan yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7 persen.
Pencanangan imunisasi menag terus dilaksanakan. Sejumlah daerah dilibatkan yakni Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.
Kembali pada pelaksanaan vaksinasi hepatitis di Kalsel, Saat ini hepatitis B hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan warga Indonesia. Sebab, virus ini yang paling banyak menginfeksi warga tanah air.
Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi hepatitis B sebesar 7,1 persen dengan penularan terbesar secara vertikal dari ibu ke anak. Sedangkan penularan horizontal terjadi melalui kontak darah dan hubungan seksual.
Hepatitis B juga menyebabkan sebagian besar penyakit hepatitis, sirosis, kanker hati dan kematian. Selain vaksinasi, tentu perlu kesadaran dan pemahaman yang benar agar kita terhindar dari tertular penyakit ini. Pola hidup sehat dan menghindari pemicu penyakit ini perlu dibiasakan. Semoga kita semua selalu sehat, aamiin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)