Fikrah

Pemimpin Sukses

UMAR bin Abd. Aziz ( 63-101 H/682-720 M ) seorang khalifah yang bijaksana, adil, jujur, sederhana, alim dan wara’, serta tawadhu dan zahid.

Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel. 

Oleh: KH Husin Naparin Lc MA, Ketua MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.CO.ID - UMAR bin Abd Aziz ( 63-101 H/682-720 M ) seorang khalifah yang bijaksana, adil, jujur, sederhana, alim dan wara’, serta tawadhu dan zahid.

Ia dianggap sebagai umar kedua, malah ada yang mengatakan ia sebagai khalifah kelima sesudah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali.

Ia sukses luar biasa dalam menata negeri, kendati memerintah hanya 29 bulan tetapi seakan-akan 29 abad lamanya.

Pada masa pemerintahannya yang sangat singkat, ia berhasil melakukan reformasi total, keadilan dan kemakmuran dapat disandingkan.

Kemakmuran yang sepertinya hanya terjadi dalam mimpi, yaitu dimana ketika itu tidak ditemukan seseorangpun yang mau menerima zakat.

Kekhalifahan sangat makmur sampai utang-utang pribadi dan biaya pernikahan ditanggung oleh negara.

Mengapa ia sukses ? Kesuksesannya itu ditopang oleh kentalnya hubungannya dengan sang Khaliq.

Ia selalu bertahajjud ke masjid di tengah malam, bukan di rumahnya.

Suatu ketika ia masuk ke mesjid diiringi pengawalnya. Di bagian yang agak gelap, tiba-tiba kakinya tersandung kaki seorang  laki-laki yang sedang tiduran.

Orang tersebut tidak tahu bahwa yang lewat itu adalah khalifah, sehingga marah, “Apakah engkau gila?”. Umar langsung menjawab “tidak”.

Mendengar khalifah dikatakan gila, maka pengawal khalifah menjadi marah dan hendak memukul laki-laki itu, tetapi Umar mencegahnya.

Orang itu tidak berbuat apa-apa, dia cuma bertanya : “apakah engkau gila?” dan saya jawab “tidak”.  Demikian Umar menjelaskan.

Pemimpin masa kini dari yang paling atas sampai yang paling bawah sekalipun kiranya menjadikan Umar bin Abd Aziz sebagai sumber inspirasi. Allah SWT berfirman.

Artinya:  “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma`ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”.  (QS. Al Hajj 41).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved