Opini

Hari Bumi

SEBAGIAN kita mungkin masih bertanya apa yang disebut dengan Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap tanggal 22 April.

Editor: Edi Nugroho
Dokumentasi Banjarmasinpost.co.id
Fadly Hairannoor Yusran Guru Besar Fakultas Pertanian dan Pascasarjana ULM 

Oleh: Fadly Hairannoor Yusran
Guru Besar Fakultas Pertanian dan Pascasarjana ULM


SEBAGIAN kita mungkin masih bertanya apa yang disebut dengan Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap tanggal 22 April.

Hari Bumi pertama kali digagas oleh Gaylord Nelson seorang senator Amerika Serikat pada tahun 1970.

Penyebabnya sederhana saja. Revolusi industri di Amerika dan Eropah pada masa 1950-1070an mulai terasa efek negatifnya.

Polusi pabrik yang menggunakan batubara dan limbahnya mulai menggantikan popularitas kemajuan industri. Ikon cerobong besar dengan asapnya mulai berubah konotasinya.

Baca juga: Merintis Sejak SMA, Polwan Polres Banjar Ini Jadi Atlet Terbaik Taekwondo Kapolri Cup

Baca juga: Satu Korban Tewas Dalam Perkelahian di Desa Pudak Awayan, Polres Balangan: Pelaku Masih Dikejar

Terbitnya buku Silent Spring pada tahun 1960an yang menyorot bahaya pestisida terhadap kesehatan manusia mulai menyadarkan mereka akan perlunya memelihara lingkungan hidup. Gerakan hijau mulai bergaung di setiap sektor kehidupan.

Berapa umur bumi?

Tak kenal maka tak sayang, demikian pepatah lama yang kita kenal. Kalau kita tidak mengenal bumi bagaimana kita bisa menyayanginya? Mari kita mengenal bumi dari umurnya.

Ketika batuan di bumi ini terbentuk dari magma atau lava yang membeku, kebanyakan mineralnya mengandung bahan radioaktif, seperti uranium.

Seiring dengan waktu, unsur radioaktif tersebut meluruh, artinya mengeluarkan radiasi yang akhirnya mengubahnya menjadi unsur baru yang lebih stabil.

Uranium-238 (238U atau U-238) bersifat radioaktif dan banyak terdapat di alam. Atom-atomnya akan melepaskan energi hingga akhirnya berubah menjadi timah. Proses itu terjadi pada kecepatan tetap yang dikenal sebagai waktu paruh (half life).

Waktu paruh U-238 lebih dari empat miliar tahun. Artinya, dibutuhkan waktu lebih dari empat miliar tahun agar separuh U-238 menjadi timah.

Dengan mengetahui waktu paruh ini, kita dapat menghitung berapa umur sebuah batuan berdasarkan rasio unsur radioaktif awal dengan unsur stabil akhir.

Metode ini disebut dengan penanggalan radiometri. Dengan menggunakan metode ini, ahli geologi telah menemukan satu mineral di bumi yang berumur 4,4 miliar tahun, yang berarti planet kita ini juga telah berumur selama itu.

Penanggalan ini hanyalah salah satu jenis penanggalan radiometri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved