Tajuk

Buaya dan Kerusakan Lingkungan

Kemungkinan besar buaya sering muncul akibat pembangunan infrastruktur dan alih fungsi lahan yang menyebabkan habitat buaya semakin terdesak

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Buaya dan Kerusakan Lingkungan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - FENOMENA maraknya penampakan buaya di berbagai wilayah Kalimantan Selatan, khususnya di sekitar pemukiman dan area publik, menjadi ancaman serius bagi masyarakat. 

Video-video viral yang beredar di media sosial semakin menguatkan kekhawatiran akan potensi serangan satwa predator ini.

Seperti di Sungai Ukhuwah, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin. Beberapa hari lalu terlihat buaya di sungai tersebut.

 Tak hanya di kawasan permukiman Banjarmasin, buaya juga beberapa kali terlihat di pesisir Kalimantan Selatan yakni Kabupaten Tanahbumbu, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanahlaut.

Buaya paling sering muncul di Pantai Pagatan. Sejumlah video penampakannya beredar di media sosial. Terbaru adalah video pengunjung yang merekam keberadaan seekor buaya di pantai tersebut dengan panjang lebih dari satu meter.

Pertanyaannya, mengapa buaya semakin berani mendekati pemukiman manusia? Beberapa faktor mungkin menjadi penyebabnya. Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas situasi ini?.  Lalu apakah buaya yang harus disalahkan karena mempertahankan wilayahnya, ataukah manusia yang terus menerus menginvasi habitat mereka?.

Kemungkinan besar permasalahan ini muncul akibat pembangunan infrastruktur dan alih fungsi lahan menyebabkan habitat buaya semakin terdesak, sehingga mereka terpaksa mencari wilayah baru.

Masyarakat seringkali kurang waspada dan tidak memahami perilaku buaya, sehingga seringkali melakukan aktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat buaya.

Kurangnya tindakan preventif dari pemerintah dan instansi terkait, dalam hal ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) belum melakukan tindakan yang efektif untuk mencegah konflik antara manusia dan buaya ini.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah perlu dilakukan seperti melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat yang perlu diberikan pemahaman mengenai perilaku buaya, tanda-tanda keberadaan buaya, dan cara menghindari konflik dengan buaya.

Pemerintah daerah dan BKSDA perlu membuat peraturan yang tegas terkait perlindungan habitat buaya dan memberikan sanksi bagi mereka yang merusak habitat buaya.

Perlu juga segera melakukan penangkapan dan relokasi terhadap buaya yang berpotensi membahayakan masyarakat. Kerja sama lintas sektoral perlu dijalin untuk mengatasi masalah ini. Di sisi lain, masyarakat juga perlu mengubah perilaku. Hindari membuang sampah sembarangan di sungai, jangan memancing di area yang dilarang, dan selalu waspada saat beraktivitas di dekat perairan.

Intinya masalah buaya ini adalah cerminan dari kerusakan lingkungan yang dilakukan manusia sendiri. Tindakan preventif dan bekerja sama dapat mengurangi risiko serangan buaya dan hidup berdampingan dengan satwa liar secara harmonis. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved