Tajuk

Mewaspadai Banjir Rob

Warga Banjarmasin diharapkan saatini waspada dengan bajir rob atau air pasang, kejadian banjir besar 2021 lalu bisa jadi pelajaran

Editor: Irfani Rahman
(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)
Banjir rob menggenang di Jalan Cendrawasih Banjarmasin.. Saat ini banjir rob mulai mengincar warga Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - WILAYAH Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah memasuki musim hujan. Memori akan banjir besar di Kalsel 2021 harus menjadi sarana instrospeksi, sekaligus mempersiapkan diri.

Sebenarnya terbilang klise ketika menyebut bahwa di Kalsel, saat kemarau kekeringan, saat penghujan kebanjiran. Tapi itulah realita yang harus dirasakan warga Banua. Terpenting kemudian bagaimana mitigasi bencana tersebut dilakukan.

Sejumlah peralatan early warning system (EWS) di lokasi rawan bencana banjir di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel pun sudah terpasang. EWS menjadi penting karena antisipasi banjir terkait dengan bencana lain seperti longsor.

Bila sudah dipasang, dan jumlahnya terus ditingkatkan oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), jangan lupa lakukan pengecekan rutin agar alat berfungsi. Tak lupa libatkan masyarakat untuk ikut menjaga dan memeliharanya, agar alat yang mahal tersebut tak hilang atau rusak sebelum berfungsi.

Selain curah hujan yang tinggi dan ancaman bencana longsor, di Banjarmasin pun warga harus membiasakan diri dengan air pasang atau rob.

Baca juga: Waspada Buaya Saat Banjir, Rob Landa Pesisir Tanbu

Baca juga: BREAKING NEWS- Kapal TB 208 Tenggelam di Perairan Taboneo Kalsel, Sempat Terekam Kamera

Kondisi rob sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi warga, karena sudah terjadi sejak bertahun-tahun silam. Yang membedakan adalah titik atau wilayah terendam yang makin luas, serta frekuwensi yang makin sering.

Tapi rob saat ini berbeda. Seolah tak mengenal siklus, rob makin sering terjadi di Banjarmasin. Bahkan di Banjarmasin menurut BPBD ada 41 wilayah yang tergenang rob, yang sebagian besar posisinya di pinggir sungai.

Penyebab pasti belum diketahui, apakah karena tingginya curah hujan, perubahan iklim esktrem atau di daerah hulu juga tidak bisa menyangga lagi. Ada juga analisis sementara bahwa, masalah mendasar banjir rob yang belakang sering terjadi kala pasang dalam, karena tersumbatnya aliran sungai dan memerlukan normalisasi.

Upaya pun sudah dilakukan, terlihat pemerintah kota sibuk membuat saluran drainase di sejumlah ruas jalan utama di Banjarmasin. Normalisasi sungai juga sedang dilakukan di sejumlah titik.

Namun masalahnya kemudian, tak semua titik rob tertangani dan belum semua proyek tersebut selesai saat memasuki musim penghujan. Lihat saja, di sejumlah ruas jalan malah terlihat sejumlah proyek yang seolah mangkrak.

Dan sebagai warga melihat kondisi yang ada, paling tidak sama-sama mewaspadai dampak dari rob dan utamanya jangan sampai masyarakat ikut memperparah kondisi, umpamanya dengan membuang sampah sembarangan ke sungai.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved