Success Story

Sukses Tak Harus Kaya

Chendrawan Sugianto sesuai dengan background pendidikannya, ia sangat menyukai tentang lingkungan terutama tumbuhan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Direktur Utama PT Bandangantirta Agung, Chendrawan Sugianto, sampaikan seputar perusahaan kepada Mahasiswa Prodi Teknik Mesin Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (12/5/2022) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengusaha satu ini banyak beraktivitas sosial. Sesuai dengan background pendidikannya, ia sangat menyukai tentang lingkungan terutama tumbuhan.

Apa dan bagaimana sosok direktur utama di sejumlah perusahaan yang salah satunya pionir produsen air minum kemasan ini, berikut petikan wawancaranya.

Bisa diceritakan latar belakang pendidikan Anda?  
Saya lahir di Banjarmasin, kemudian setelah kelas 6 pindah sekolah ke Surabaya, sampai  kuliah di sana.

Pendidikan saya sarjana agronomi pertanian. Tapi sekolah yang didapat dari pengalaman kehidupan antara lain perpajakan, akuntansi, marketing, juga menjadi dosen tamu di kampus sebagai penggiat lingkungan.

Bagaimana tentang pekerjaan?
Saya bekerja di PT Bandangantirta Agung selama 34 tahun, perusahaan yang menjadi pionir air minum kemasan di Kalsel. Pabrik kami di Mandiangin, Kabupaten Banjar dan Bentok, Tanah Laut, di sana juga ada lahan konservasi seluas 20 hektare.

Jadi, selain berbisnis, kami juga memerhatikan soal lingkungan, lahan konservasi kami tanami antara lain rotan, beringin yang berguna untuk menahan abrasi, karena akarnya menyimpan koefesien air paling tinggi, kemudian trembesi untuk menahan efek rumah kaca.

Dalam bisnis, apa suka dukanya?
Jika ingin naik kelas maka harus mau menerima ujian dari Tuhan. Sebagaimana dalam bisnis, kita semua pernah mengalami duka akibat pandemi covid-19.

Kami beberapa kali melakukan penambahan kapasitas produksi saat ekonomi gonjang-ganjing, termasuk saat covid-19 kami beli mesin dari Eropa yang pembayarannya dicicil 10 kali selama dua tahun.

Tapi kami saat itu yakin, pandemi akan berakhir dan seiring itu produksi bisa bertambah. 

Demikian pula pada 2025 ini diprediksi ekonomi bisa slow, daya beli masih lemah, tapi kita juga harus yakin akan ada titik balik, ekonomi kembali meningkat.

Pastinya, di balik masalah ada berkah. Dan ujian itu diberikan Tuhan, sesuai kemampuan manusia.

Bisa dijelaskan apa saja yang Anda lakukan dalam hal lingkungan?  
Pastinya kami terus petakan tanaman apa saja yang perlu ditanam. Sebagaimana tanah kami di kawasan Jl A Yani Km10, kami jadikan area koleksi tanaman sebagai bentuk kecintaan terhadap tanaman.

Penanaman ini dilakukan 10 tahun lebih, dulu semuanya tanah sawah 8 hektar diurug tanah laterit merah, selanjutnya ditanami bertahap salah satunya pohon palm. Sisanya 2 hektar masih tetap dimanfaatkan sebagai sawah produktif yang hasil panennya bisa dinikmati.

Kawasan private garden ini, kebersihan sangat kami jaga, di situ juga merupakan habitat ratusan burung yang mesti selalu terjaga keberadaannya.

Makanya di lahan itu tidak sembarang orang bisa masuk. Ada ribuan pohon dengan ratusan spesies yang dalam lima tahun membentuk kanopi hutan sekunder muda, lima tahun lagi menjadi hutan sekunder, dan 10-15 hutan ke depan akan jadi hutan primer.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved