Success Story
Sukses Tak Harus Kaya
Chendrawan Sugianto sesuai dengan background pendidikannya, ia sangat menyukai tentang lingkungan terutama tumbuhan.
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Pengusaha satu ini banyak beraktivitas sosial. Sesuai dengan background pendidikannya, ia sangat menyukai tentang lingkungan terutama tumbuhan.
Apa dan bagaimana sosok direktur utama di sejumlah perusahaan yang salah satunya pionir produsen air minum kemasan ini, berikut petikan wawancaranya.
Bisa diceritakan latar belakang pendidikan Anda?
Saya lahir di Banjarmasin, kemudian setelah kelas 6 pindah sekolah ke Surabaya, sampai kuliah di sana.
Pendidikan saya sarjana agronomi pertanian. Tapi sekolah yang didapat dari pengalaman kehidupan antara lain perpajakan, akuntansi, marketing, juga menjadi dosen tamu di kampus sebagai penggiat lingkungan.
Bagaimana tentang pekerjaan?
Saya bekerja di PT Bandangantirta Agung selama 34 tahun, perusahaan yang menjadi pionir air minum kemasan di Kalsel.
Pabrik kami di Mandiangin, Kabupaten Banjar dan Bentok, Tanah Laut, di sana juga ada lahan konservasi seluas 20 hektare.
Jadi, selain berbisnis, kami juga memerhatikan soal lingkungan, lahan konservasi kami tanami antara lain rotan, beringin yang berguna untuk menahan abrasi, karena akarnya menyimpan koefesien air paling tinggi, kemudian trembesi untuk menahan efek rumah kaca.
Dalam bisnis, apa suka dukanya?
Jika ingin naik kelas maka harus mau menerima ujian dari Tuhan. Sebagaimana dalam bisnis, kita semua pernah mengalami duka akibat pandemi covid-19.
Kami beberapa kali melakukan penambahan kapasitas produksi saat ekonomi gonjang-ganjing, termasuk saat covid-19 kami beli mesin dari Eropa yang pembayarannya dicicil 10 kali selama dua tahun.
Tapi kami saat itu yakin, pandemi akan berakhir dan seiring itu produksi bisa bertambah.
Demikian pula pada 2025 ini diprediksi ekonomi bisa slow, daya beli masih lemah, tapi kita juga harus yakin akan ada titik balik, ekonomi kembali meningkat.
Pastinya, di balik masalah ada berkah. Dan ujian itu diberikan Tuhan, sesuai kemampuan manusia.
Bisa dijelaskan apa saja yang Anda lakukan dalam hal lingkungan?
Pastinya kami terus petakan tanaman apa saja yang perlu ditanam. Sebagaimana tanah kami di kawasan Jl A Yani Km10, kami jadikan area koleksi tanaman sebagai bentuk kecintaan terhadap tanaman.
Penanaman ini dilakukan 10 tahun lebih, dulu semuanya tanah sawah 8 hektar diurug tanah laterit merah, selanjutnya ditanami bertahap salah satunya pohon palm. Sisanya 2 hektar masih tetap dimanfaatkan sebagai sawah produktif yang hasil panennya bisa dinikmati.
Kawasan private garden ini, kebersihan sangat kami jaga, di situ juga merupakan habitat ratusan burung yang mesti selalu terjaga keberadaannya.
Makanya di lahan itu tidak sembarang orang bisa masuk. Ada ribuan pohon dengan ratusan spesies yang dalam lima tahun membentuk kanopi hutan sekunder muda, lima tahun lagi menjadi hutan sekunder, dan 10-15 hutan ke depan akan jadi hutan primer.
Semua dirawat, dipupuk, karena tidak bisa begitu mudah tumbuh alami, daei tanah urugan laterit unsur haranya minim, makanya diberi media tanam, sehingga sekarang ini tanaman tumbuh menjadi subur,
Di situ juga ada pohon maja, cendana NTT, merbau Papua, eboni Sulawesi, ulin Kalimantan, meranti merah, juga pulai atau pulantan, nanti ditanami juga kasturi serta banyak lagi tanaman lainnya.
Bagaimana pula kegiatan Anda di kampus?
Kegiatan di kampus antara lain mengajak mahasiswa terutama dari Fakultas Kehutanan ULM melakukan konservasi.
Juga menggiatkan greenpreneur, membiasakan perilaku dari rumah, kumpulkan sampah, pilah sampahnya, kemudian antar ke bank sampah.
Kami juga melakukan penanaman 1.001 pohon di Taman Hutan Raya Sultan Adam yang juga menjadi area belajar para mahasiswa.
Ada pesan untuk masyarakat terkait kegiatan sosial?
Hidup itu tidak harus mengukur sukses dari kekayaan, tapi ukurannya adalah bagaimana bisa bernilai bagi banyak orang antara lain berkegiatan sosial.
Usia saya 61 tahun, saya perlukan adalah mencari penyeimbang hidup, bagaimana diri kita bisa berguna untuk orang dan semakin kita bermanfaat itu memberikan efek kebahagiaan bagi kita.
Saya sering bilang ke mahasiswa, mulailah menggali potensi diri Anda, jangan cuma main HP, tapi gunakan HP untuk belajar yang positif.
Saya sendiri menggunakan HP untuk belajar, video belajar kehidupan, belajar filosofi dari para tokoh, antara lain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib, Jalaludin Rumi dan banyak lagi.(dea)
Biodata
Nama : Chendrawan Sugianto
TTL : Banjarmasin, 1964
Pendidikan : S1 Agronomi UPN Veteran Surabaya, 1988
Hobi: penggemar/kolektor lukisan dan stone karving (ukiran batu)
Karier:
- Direktur PT Multi Agung Rattan Industry, 1988-1991
- Direktur PT Bandangantirta Agung, 1991-2019
- Direktur Utama PT Bandangantirta Agung, 2019 sampai sekarang
- Direktur Utama PT Queen Gili Trawangan (Aston Sunset Beach), 2014-2023
- Direktur Utama PT Graha Agung Mulia, 2018 sampai sekarang
Organisasi:
- Founder Yayasan Ayu Tirta Banua, 2022 sampai sekarang
- Ketua Perkumpulan Bakti Hakka Bersatu Banjarmasin, 2023 sampai sekarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Chendrawan-Sugianto.jpg)