Komunitas

Memberi Pengalaman Mengajar secara Kompeten

UKM FKIP Mengajar yang dibentuk pada 17 Desember 2016 dan diresmikan wakil dekan III FKIP ULM adalah komunitas khusus calon guru.

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Sejumlah anggota UKM FKIP Mengajar 

KULIAH di bidang keguruan perlu banyak praktik, supaya ada pengalaman saat nanti sudah berprofesi sebagai guru. Nah, supaya dapat pengalaman, ada komunitas khusus calon guru yang memberikan pembekalan.

Komunitas tersebut bernama UKM FKIP Mengajar yang dibentuk pada 17 Desember 2016 dan diresmikan wakil dekan III FKIP ULM.

Muhammad Murjani, Sarjana Pendidikan alumnus FKIP ULM 2015 adalah founder UKM FKIP Mengajar yang komunitas ini terus berjalan hingga sekarang.

"Dulu itu termotivasi dari berbagai fakultas yang punya UKM yang fokus di bidangnya. Sebab itu kami dirikan pula agar para mahasiswa punya kompetensi dengan meningkatkan skill," jelasnya.

Jadi sesuai program kerja BEM FKIP 2015-2016 dinilai bahwa UKM FKIP Mengajar harus dilanjutkan sehingga para volunteer selalu ada setiap periodenya.

"Salah satu kegiatan kami saat itu mengajar di sekolah bawang atau Sekolah Filial Mawar 2 yang berlokasi di Pasar Lima lantai dua. Para muridnya adalah anak-anak pengupas bawang di pasar tersebut," jelasnya.

Murid sekolah bawang saat itu ada yang usia SD dan SMP, lantas mereka diarahkan untuk ikut ujian paket A atau B. Bagi yang lulus paket B dibantu melanjutkan ke level SMA reguler.

Komunitas ini punya tagline Mengabdi Gasan Banua. Kegiatan rutin mereka adalah mencari sekolah tertinggal termasuk yang masih kekurangan sumber daya pengajar, maupun kurang kondisi fisik sekolahnya dan juga kekurangan bahan belajar mengajar.

"Salah satu sekolah yang kami tangani adalah sebuah sekolah di Manarap, Kabupaten Banjar, yang masih sangat tertinggal, saat itu kami renovasi dan bantu fasilitas belajarnya," kata Murjani.

Soal dana untuk membantu renovasi sekolah maupun lainnya bersumber dari sponsor serta iuran dan sumber lainnya. Adapun sekolah yang juga pernah ditangani adalah di Nagara dan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Saat di Loksado, ini pengalaman mengesankan bagi para volunteer yang rata-rata orang kota. Selain itu kami juga takjub melihat murid SD di sana berangkat sekolah bawa parang, ternyata senjata tajam itu gunanya sebagai perlindungan diri dari  hewan buas sebab mereka harus melintasi hutan," papar Murjani.

Terkini mereka juga melakukan kegiatan di Banyu Irang, Kabupaten Tanahlaut tepatnya di Mts Nurul Islam. Melalui UMKM FKIP Mengajar ini mereka menginginkan para mahasiswa berwawasan keilmiahan, berjiwa sosial dan terampil mengajar di hadapan berbagai macam karakter masyarakat.

Visinya adalah mahasiswa yang unggul bermodal Iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sesuai program kerja, mereka membangun personal building, meningkatkan potensi mahasiswa bidang pengajaran, penalaran dan pengabdian.

Program kerja di antaranya Edu Days yang dilaksanakan di daerah, provinsi maupun nasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved