Komunitas

Langkah Besar Anak Muda Lankar

Komunitas ini baru berusia 2 tahun namun aktivitasnya sudah menasional khususnya keanggotaan yang tersebar di berbagai daerah. Itulah Lankar Indonesia

Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
banjarmasin Post
Salah satu kegiatan komunitas Langkar Indonesia. 

Komunitas ini baru berusia dua tahun namun aktivitasnya sudah merambah nasional, khususnya keanggotaan yang tersebar di beberapa provinsi. Itulah Lankar Indonesia.

Nama Lankar diadaptasi dari kata langkar yang dalam Bahasa Banjar berarti cantik, indah atau elok. 

Lankar Indonesia atau Lankar.id berkegiatan dalam tiga bidang yaitu ekonomi kreatif,  pemberdayaan lingkungan dan pemberdayaan wanita.

Dibentuk pada 27 September 2023, penggiatnya adalah kalangan muda yang lahir di tahun 2001-2005, mereka ada yang fresh graduate dan ada yang masih kuliah yang berdomisili di Banjarmasin, Surabaya, Tangerang, Bekasi.

Dijelaskan Wulandari, selaku Brand Ambasador, filosofi dari nama dan logo kepeloporan yaitu di mana bumi akan terlihat indah apabila sampah ditempatkan semestinya, hutan terawat, langit tanpa polusi dan seterusnya.

"Unsur warna kombinasi yang melambangkan masing-masing bidang. Biru untuk ekonomi kreatif, hijau untuk aksi lingkungan dan pink kemerahan untuk pemberdayaan perempuan," jelasnya.

Bentuk lengkungan paling dasar sebagaimana tangan yang mengasah untuk melambangkan komunitas yang mewadahi peran pemuda. 

Bentuk hati untuk simbolis asa kasih, empati dan simpati untuk saling membantu dan berkolaborasi. Serta bola api untuk memberikan semangat bagi pemuda untuk berperan, berkontribusi dan berdampak.

"Harapannya di masa depan, Lankar Indonesia dapat menjadi yayasan yang legal di mata hukum sehingga dapat meningkatkan kapabilitas sebagai sebuah komunitas yang dapat merekrut pemuda dan pemudi Indonesia dalam cakupan dan skala jumlah yang lebih besar kedepannya," jelas Wulandari.

Mengenai Visi Kepeloporan, Lankar menjadi komunitas pelopor perubahan yang berkelanjutan melalui aksi lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan perempuan untuk menciptakan pergerakan yang terstruktur, berkembang, dan berdampak. Misi Kepeloporan, mendorong kesadaran dan keterlibatan pemuda dalam pelestarian lingkungan melalui edukasi, aksi nyata, dan kolaborasi lintas sektor.

Untuk program Kepeloporan komunitas ini antara lain EduAction. Program yang bertujuan untuk aksi lingkungan dan ekonomi kreatif. Pemuda diarahkan untuk belajar reuse dan recycle, memanajemen sampah dengan pemilahan yang baik, pengelolaan hingga mengolah sampah menjadi produk berdaya guna. 

Adapun produk tersebut berupa ecobrick dari sampah plastik, gantungan kunci dari sampah tutup botol yang dilelehkan kemudian dibentuk kembali, membuat miniatur dari sampah kertas dan produk Lankar Indonesia yang bernama Cute Plaper (Cycling Up Waste from Plastic and Paper) guna meminimalisir menumpuknya sampah di TPS dan TPA. 

Pembuatan produk ini juga diarahkan untuk  ekonom kreatif. Pihaknya mengajarkan membuat produk berkualitas sehingga laku di
pasaran baik itu aksesoris maupun produk lainnya.

Adapula program Melukis Nusantara. Program ini bertujuan untuk mengasah kreativitas dan jiwa seni dari anak-anak sekolah dasar. 

Selain melukis di kanvas, bidang lukis yang digunakan juga variatif sebagai contoh di totebag sekaligus untuk mengedukasi penggunaan totebag dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menggantikan plastik yang berpotensi menjadi sampah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved