Opini

Andaikan Syair Itu Diamalkan

DETIK-detik kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW diungkapkan oleh para sastrawan Arab (asy-Syu'ara) dengan syair nan indah menyentuh qalbu; terlukiska

Editor: Edi Nugroho
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh : KH. Husin Naparin, Lc, MA
Ketua MUI Kalsel

DETIK-detik kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW diungkapkan oleh para sastrawan Arab (asy-Syu'ara) dengan syair nan indah menyentuh qalbu; terlukiskan dalam nazham (puisi) dan natsar (prosa).

Syair Ad-Diba'i melukiskan "bahwa pada saat Nabi SAW dilahirkan, Arsy bergoncang karena gembira. Kursi (kekuasaan) Allah bertambah hebat dan agung, langit penuh cahaya gemerlapan, malaikat pun gemuruh mengucapkan tahlil, tahmid dan istigfar.

Sewaktu hamil, bundanya Aminah selalu menyaksikan beragam tanda keistimewaan sampai berakhir masa hamilnya.

Saat kelahiran tiba, dengan izin Allah beliaupun melahirkan seorang habib (kekasih); lahirnya dalam posisi sujud, besyukur dan memuji Allah SWT, bagaikan bulan purnama yang sempurna”.

Baca juga: Membiasakan Masker Lagi

Baca juga: Cerita Tetuha Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin yang Ikut Tradisi Beayun Maulid

Syair Asyraf Al-Anam menuturkan : "Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan bercelak mata, tali pusarnya sudah terpotong dan juga sudah berkhitan.

Para malaikat pun membawanya berkeliling ke seantero jagat raya alam semesta, diperkenalkan kepada penduduk langit, bumi dan lautan. Kemudian dikembalikan kepada ibunda Aminah dalam waktu kurang dari sekejap dimata."

Siapa dia ? Syair Al-Burdah memaparkan, "Muhammad adalah pemimpin dua alam semesta, pemuka jin dan manusia, tokoh orang Arab dan orang ajam.

Beliau adalah kekasih yang diharapkan syafaatnya dihari kiamat, ketika manusia menghadapi petaka luar biasa yang menerkam mereka. Beliau adalah Nabi kita yang berhak menyuruh dan berhak melarang.

Kalau dia katakan "ya," itu mesti baik; kalau dia katakan "jangan," itu mesti jelek. Anda boleh lekatkan kemuliaan apapun kepadanya, anda boleh berikan kebesaran apapun untuknya, namun keistimewaannya tidak terhingga, Akhir kata dan ujung kalimat, dia adalah manusia biasa, tetapi sebaik-baik manusia yang tercipta”.

Baca juga: Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Wali Kota Banjarmasin 2023, Tim DWE Siap Tantang Juara Bertahan

Baca juga: Karhutla Kalsel, Dinas LH Banjarmasin Imbau Warga Pakai Masker karena Kualitas Udara Tidak Sehat

Mengapa demikian ? Syair-syair maulid Al-Habsyi menyatakan, "Nabi Muhammad SAW memiliki segala macam sifat terbaik, sempitlah lembaran-lembaran kertas jika semua sifat itu ditulis. Adalah Nabi Muhammad SAW sebaik-baik manusia dari segi akhlak dan ciptaannya.

Dalam masalah kemuliaan akhlak, beliaulah orang pertama yang melakukannya. Terhadap orang-orang beriman luas kasih sayang dan cintanya. Dia tidak berkata dan bertindak kecuali kebaikan.

Dia mudahkan segala persoalan yang dihadapi. Ucapan-ucapannya mengandung makna yang dalam.

Bila orang-orang miskin tak berpunya memanggilnya, ia segera memenuhinya. Beliau adalah seorang ayah yang penyantun dan penyayang terhadap anak-anak yatim dan para janda papa. Kendati dia mempermudah segala persoalan, tetapi tetap memiliki wibawa yang kuat menggetarkan siapapun.

Aroma wewangian yang dipakainya semerbak memenuhi jalan-jalan dan rumah-rumah yang dilewatinya. Menyebut-nyebut namanya, membuat majelis dan aula pertemuan menjadi indah. Pada dirinya terkumpul segala sifat mulia dan sempurna".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved