Fikrah

Racun Hati

Para ulama banyak yang membahas tentang racun hati, yang jika disederhanakan ada empat macam racun

Editor: Hari Widodo
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Sebagaimana pernah cerita Aisyah bahwasanya Rasulullah sejak masuk Madinah, belum pernah merasakan kenyang oleh roti gandum selama tiga hari berturut-turut sampai beliau wafat.  

Racun ketiga adalah berlebihan dalam bergaul dan ini penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan, dapat menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Bahkan menanamkan kedengkian yang dahsyat.

Ada empat kelompok manusia dalam bergaul. Pertama, kelompok yang bergaul dengan mereka seperti mengkonsumsi makan yang bergizi. Ia dibutuhkan setiap siang dan malam. Jika seseorang telah menyelesaikan keperluannya ia tinggal, dan jika ia diperlukan lagi ia didatangi.

Mereka adalah para ulama, orang alim yang memahami perintah dan larangan Allah, mengetahui penyakit hati dan  mengetahui cara pengobatannya. Bergaul dengan mereka ini adalah keuntungan.

Kedua, kelompok yang bergaul dengan mereka seperti konsumsi obat. Ia dibutuhkan kala sakit. Selama anda sehat, maka tidak memerlukan pergaulan dengan mereka. Mereka adalah para profesional dalam urusan muamalat, bisnis, dan semisalnya.  Bergaul dengan mereka hanya saat dibutuhkan.

Ketiga, kelompok yang bergaul dengan mereka berarti mengkonsumsi penyakit. Ada penyakit ganas dan memakan waktu lama untuk penyembuhan. Mereka adalah orang-orang yang tidak membawa keuntungan dunia dan akhirat serta menjauhkan dari Allah. Bergaul dengan mereka hanya membawa kerugian.

Racun keempat adalah banyak memandang yang diharamkan. Pandangan haram akan melahirkan berbagai kerusakan dalam hati. Membiarkan pandangan lepas tanpa kontrol adalah kemaksiatan kepada Allah.

Allah berfirman yang artinya, “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Q.S. An-Nur : 30).

Membiarkan pandangan haram berarti memasukkan kegelapan ke dalam hati. Sebagaimana menundukkan pandangan karena Allah memasukkan cahaya ke dalamnya. Hati yang bersinar kira akan mudah untuk beramal kebaikan. Sebaliknya jika hati gelap, berbagai bencana dan keburukan pun akan berdatangan dari berbagai tempat. Kita tidak bisa membedakan yang haq dan yang batil.

Masih ingat dibenak KH Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal Aa Gym dengan dakwahnya “Jagalah Hati”. Ya memang menjaga hati dari racun-racun hati perlu perjuangan keras, namun yang berjuanglah yang pasti beruntung. Sudahkah hati anda telah terjaga dari racun-racun hati? (*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved