Book Lovers

Pengalaman Sederhana jadi Pelajaran Berharga

Menurut Fitri Ferina, tantangan saat ini bukan karena anak muda tidak suka belajar, melainkan karena perhatian mereka harus terbagi ke banyak hal. 

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: R Hari Tri Widodo
Banjarmasin Post
Fitri Ferina, staf BSI pencinta buku 

Diakui Fitri, ia masih memiliki kedekatan emosional dengan buku cetak. Ada pengalaman yang berbeda ketika memegang buku secara langsung, membalik halaman, dan memberi tanda pada bagian yang berkesan. Namun ia juga memanfaatkan e-book ataupun audiobook karena lebih praktis di tengah mobilitas pekerjaan yang cukup tinggi.

“Yang terpenting bagi saya bukan medianya, tetapi bagaimana kebiasaan membaca tetap 
Terjaga,” tukasnya.

Dalam hal karya tulis, selama ini ia lebih banyak menulis untuk kebutuhan profesi, pelatihan, self development, komunikasi publik, pelayanan, serta berbagai kegiatan edukasi. Belum ada buku yang ia terbitkan secara komersial. Namun ia memiliki keinginan untuk suatu saat membukukan pengalaman, pembelajaran, dan berbagai cerita yang ia temui selama berkarir di dunia pelayanan dan self development.

Jika suatu hari menulis buku, tema yang ingin diangkat adalah tentang pengembangan diri, komunikasi, pelayanan, kepemimpinan, serta kisah-kisah inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia percaya bahwa pengalaman sederhana sering kali menyimpan pelajaran yang paling berharga. (Salmah saurin)

 

Tak Sekadar Menambah Pengetahuan

Terhadap perkembangan literasi di Indonesia, Fitri berharap literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi menjadi budaya belajar sepanjang hayat.
Literasi yang kuat akan melahirkan masyarakat yang lebih kritis, lebih terbuka terhadap perbedaan, dan lebih siap menghadapi perubahan zaman.

“Kepada generasi muda, jangan menunggu waktu yang benar-benar luang untuk mulai membaca, because life will always keep us busy. Saya sendiri saat ini tidak sesering dulu membaca buku karena berbagai kesibukan pekerjaan. Namun saya percaya bahwa beberapa halaman yang dibaca setiap hari tetap lebih baik daripada tidak membaca sama sekali,” terangnya.

Mulailah dari buku yang disukai. Tidak perlu yang berat atau rumit. Ketika menemukan buku yang tepat, membaca akan terasa menyenangkan, bukan menjadi beban.

“Karena pada akhirnya, membaca bukan hanya tentang menambah pengetahuan, tetapi tentang memperluas cara pandang dan menjaga diri agar terus bertumbuh. As I often believe, every great journey begins with a single page,” tandasnya. (Salmah saurin)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved