Tajuk
Benahi Pasar Ikonik Ujung Murung
Janji revitalisasi Pasar Ujung Murung oleh Pemko Banjarmasin sudah sering terdengar, namun hingga kini belum ada realisasi.
BANJARMASINPOST.CO.ID- Insiden ambruknya sejumlah bangunan di Pasar Ujung Murung, Kamis (12/3/2026) pagi, cukup mengejutkan banyak pihak.
Meskipun kejadian itu tidak serta merta menghentikan aktivitas pasar yang cukup ramai di bulan Ramadan. Para pedagang dan pengunjung pasar masih tampak hilir mudik. Bahkan buruh di pasar itu juga tetap mengerjakan aktivitas di sela reruntuhan.
Berdasarkan informasi dari Ketua RT setempat, setidaknya ada sekitar 30 toko mengalami kerusakan parah.
Sementara itu, bangunan lain yang masih berdiri disebut sudah tidak layak digunakan. Toko-toko yang runtuh diketahui sudah lebih dari setahun tidak beroperasi.
Ternyata insiden runtuhnya bangunan di pasar tersebut bukan yang pertama kali terjadi.
Sebelumnya juga pernah terjadi di bagian lain pasar. Kondisi bangunan yang miring dan tidak simetris memperlihatkan tanda-tanda kerusakan sejak lama.
Janji revitalisasi pasar oleh Pemko Banjarmasin sudah sering terdengar, namun hingga kini belum ada realisasi. Para pedagang berharap perbaikan bisa segera dilakukan.
Pasar Ujung Murung bisa disebut sebagai pasar ikonik di Kota Banjarmasin. Tempat ini masyhur sebagai pusat niaga produk garmen.
Mulai dari pakaian jadi, aneka kain, dan produk dari tekstil lainnya. Tidak hanya di Kalsel tapi juga daerah tetangga seperti Kalteng, bahkan Kaltim.
Tidak sedikit warga dari daerah tetangga itu kulakan produk garmen secara grosiran atau kodian untuk dijual kembali di daerahnya.
Sebagai pasar tradisional, kios-kios di pasar yang terletak di pinggir Sungai Martapura itu memang terbuat dari kayu.
Seiring waktu, kondisinya makin ngenas karena lapuk dan mengalami kerusakan sana sini. Sebagian bangunan bahkan terlihat miring.
Pedagang yang bertahan, sering mengeluhkan kondisi itu. Selain kondisi bangunan yang tidak layak, hampir setiap tahun mereka juga dipusingkan dengan banjir rob dari luapan air sungai yang masuk hingga ke dalam pasar.
Sementara itu, pesatnya perkembangan digital juga jadi ancaman baru.
Sebagian konsumen memilih cara praktis belanja lewat toko online, ketimbang datang ke pasar. Insiden ini pun seolah kembali ‘mengingatkan’ urgensi revitalisasi Pasar Ujung Murung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-Pasar-Ujung-Murung-menunggu-janji-pemerintah-kota-untuk-melakukan-peremajaan-bangunan.jpg)