Tajuk

Mewujudkan Swasembada Pangan

Salah satu tekad yang disampaikan Prabowo Subianto saat pidata pertama kalinya usai dilantik adalah mewujudkan swasembada pangan

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Dok
Tajuk : Mewujudkan swasembada pangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PRABOWO Subianto dan Gibran Rakabuming Raka secara resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2024-2029.  Mereka dilantik di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).

Setelah resmi menjadi Presiden, Prabowo kemudian berpidato untuk pertama kalinya. Semua rakyat Indonesia menyaksikan bagaimana Prabowo begitu berapi-api menyampaikan pidatonya.

Salah satu tekad yang disampaikan adalah mewujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh bergantung sumber makanan dari luar. Indonesia harus memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri. Ia pun optimistis paling lambat 4-5 tahun Indonesia sudah bisa mewujudkannya, bahkan siap menjadi lumbung pangan dunia.

Tekad prabowo untuk mewujudkan swasembada pangan, memang sangat beralasan. Dengan kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja, bangsa ini harus memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Berdasarkan laporan Neraca Bahan Makanan yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Nasional pada tahun 2018-2020, belum semua pangan strategis Indonesia dapat dipenuhi oleh produksi domestik.

Sejumlah pangan utama masih harus dipenuhi dari impor, termasuk kedelai (80-90 persen impor), gula pasir (65-70 persen impor), bawang putih (90-95 persen impor) dan daging sapi (25-30 persen impor).

Jika produksi dunia untuk pangan strategis tersebut terganggu, maka akan sangat berpengaruh pada kondisi pangan nasional. Saat ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 284 juta jiwa, kebutuhan pangan rakyat Indonesia khususnya beras mencapai 31,2 uta ton.

Dengan potensi lahan yang sedemikian luas dan subur, Indonesia diyakini bisa saja mewujudkan itu. Masih banyak lahan-lahan potensial di negara ini yang belum dioptimalkan untuk pertanian.

Contohnya saja, lahan lebak yang diperkirakan mencapai 13 juta hektar yang tersebar dari Papua Barat sampai Sumatera Akan tetapi baru dimanfaatkan untuk produksi pangan sekitar 5 persen. Perlu tekad dan kolaborasi yang kuat dari semua unsur untuk mewujudkan ketahanan pangan bangsa ini. Apalagi, tantangan di sektor pertanian saat ini semakin kompleks.

Diataranya, perubahan iklim global saat ini membuat cuaca yang tidak menentu. Pertanian di Indonesia kerap dihadapkan pada kekeringan dan banjir yang membuat petani harus mengalami gagal panen. Belum lagi, serangan hama yang sulit dikendalikan.

Dengan tantangan yang besar, kini kembali kepada Presiden Prabowo Subianto bagaimana istiqomah untuk mewujudkan tekadnya yang disampaikan pada pidato pelantikan.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Iyyaka Na’budu

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved