Berita Banjarmasin

Naik Status Menjadi Tipe A, Polda Kalsel Bakal Dipimpin Kapolda Berpangkat Irjen

Status Polda Kalsel dan tiga polda di Indonesia yakni Polda NTB, Polda Jambi dan Polda Kalteng resmi naik menjadi Tipe A.

Naik Status Menjadi Tipe A, Polda Kalsel Bakal Dipimpin Kapolda Berpangkat Irjen
Istimewa
Suasana saat Pengarahan Pada Ops Ramadniya Intan 2017 di Mapolda Kalsel, Sabtu (1/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA –  Status Polda Kalsel dan tiga polda di Indonesia yakni Polda NTB, Polda Jambi dan Polda  Kalteng resmi naik menjadi Tipe A.

Seperti dilansir website.menpag.goid, kenaikan tipologi terhadap empat Polda dari Tipe B menjadi Tipe disetujui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur.

Keputusan penaikan status tipelogi empat Polda itu diberikan setelah tim KemenPAN RB melakukan studi kelayakan dan dinyatakan memenuhi syarat.

Dengan kenaikan status tersebut, maka empat polda tersebut selanjutnya dipimpin seorang Kapolda dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen), sementara Wakapolda dipimpin seorang polisi berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen)

Baca: Polda Kalsel dan Tiga Polda Lain di Indonesia Resmi Naik Menjadi Tipe A

Baca: Resmi, Ini Jadwal Rekrutmen dan Seleksi CPNS 2018 dari KemenPAN RB

Asisten Deputi Asesmen dan Korodinasi Pelaksanaan Kebijakan Kelembagaan dan Tata Laksana Politik, Hukum, dan Keamanan dan Pemerintahan Kementerian PANRB Nanik Murwanti mengatakan, Menteri PANRB Asman Abnur telah menandatangani surat perihal perubahan tipe kesatuan wilayah dan peningkatan tipe pada empat Polda tersebut.

Surat tersebut menyatakan, pada prinsipnya Menteri PANRB dapat disetujui peningkatan empat Polda. Surat persetujuan itu sudah diserahkan oleh Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian PANRB Rini Widyantini kepada Kapolri yang diwakili oleh Irwasum Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno dalam acara Musrenbang Polri tahun 2018, Senin (14/5/2018).

 “Dalam surat tersebut disebutkan bahwa empat Polda yang diajukan untuk menjadi tipe A dinyatakan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” ujar Nanik di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Baca: Endarto Sebut Pemprov Kalsel Tak Mendadak Mencabut Izin IUP PT Sebuku Group

Baca: 21 Contoh Ucapan Selamat Puasa Ramadhan 2018 untuk Teman, Keluarga dan Sesama Muslim

Ia menjelaskan, terdapat tiga indikator penilaian, yakni dari faktor umum, utama serta penunjang. Untuk indikator faktor umum, yang dinilai adalah kondisi umum kewilayahan, geografi, demografi, luas wilayah, serta jumlah penduduk.

Misalnya jumlah penduduk sangat banyak tapi tidak ada angkanya, kemudian wilayah sangat luas tapi tidak diukur berapa luasnya.

“Harus jelas informasinya seperti jumlah penduduknya berapa banyak, luas wilayah berapa, kemudian kondisi geografis misalkan dianggap sulit, tingkat kesulitannya seperti apa, lebih banyak darat atau lautnya,” ujarnya.

Adapun indikator utama meliputi tugas pokok dari kepolisian, seperti pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibnas). Sementara unsur penunjang berasal dari kesiapan sarana dan prasarana, ketersedian personel, tata kelola, akuntabilitas, serta pelayanan publik.

(banjarmasinpost.co.id/eep)

Penulis: Elpianur Achmad
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help