Berita Regional

KPK Akhirnya Jebloskan Penyuap Eks Bupati HST Abdul Latif ke Penjara, Ini Lokasinya

Dua perantara suap untuk Bupati Hulu Sungai Tengah nonaktif Abdul Latif akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Akhirnya Jebloskan Penyuap Eks Bupati HST Abdul Latif  ke Penjara, Ini Lokasinya
banjarmasinpost.co.id/hanani
bupati hst H Abdul Latif

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dua perantara suap untuk Bupati Hulu Sungai Tengah nonaktif Abdul Latif akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Kedua orang itu adalah Ketua Kamar Dagang Industri nonaktif Kabupaten Hulu Sungai Tengah Fauzani Rifani dan Direktur Utama PT Sugriwa Agung Abdul Basit.

Keduanya dieksekusi ke Lapas Klas III Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Baca: Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Soal Batal Ceramah Karena Dugaan Intimidasi, Sebut Sejumlah Ormas

Keduanya tersangkut dalam kasus suap proyek pengadaan pekerjaan pembangunan RSUD Damanhuri, Barabai, Kalimantan Selatan, Tahun Anggaran 2017.

"Dilakukan eksekusi terhadap dua terpidana dalam kasus suap terkait dengan pengadaan pekerjaan pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP dan super VIP di RSUD Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun Anggaran 2017," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (6/9/2018).

Dalam kasus ini, Abdul Basit divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Abdul juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Sementara Fauzan Rifani divonis 4,5 tahun penjara.

Baca: Sembari Tunggu Kuota CPNS 2018, Sekda Banjar : Jangan Tertipu Pencatutan Nama Pejabat

Fauzan juga diwajibkan membayar denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan.

Fauzan Rifani dan Abdul Basit menjadi perantara suap untuk Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif.

Uang suap tersebut diberikan oleh Direktur Utama PT Menara Agung Donny Witono.

Baca: Pembakal Batutanam Berusia 26 Tahun Dilantik Bupati Banjar

Abdul Latif, Fauzan Rifani, dan Abdul Basit menerima commitment fee dari Donny Winoto terkait proyek pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP dan Super VIP RSUD Damanhuri, Barabai sebesar 7,5 persen atau senilai Rp 3,6 miliar.

Realisasi pemberian fee proyek diduga dilakukan secara bertahap. Pemberian pertama pada rentang September-Oktober 2017 sebesar Rp 1,8 miliar, kemudian pemberian kedua pada 3 Januari 2018 sebesar Rp 1,8 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Eksekusi Dua Perantara Suap Bupati Hulu Sungai Tengah ke Lapas"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help