Pukulan Hidayatullah
SEBULAN terakhir ada angin segar yang berhembus dari Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung.
SEBULAN terakhir ada angin segar yang berhembus dari Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung. Sejumlah kasus dugaan korupsi yang selama ini terkesan “tersembunyi”, berbeda rupa di bawah kepemimpinan Kejati Babel yang baru, H Hidayatullah SH MH. Sebulan ini saja ada dua kasus dugaan korupsi diangkat oleh beliau, di antaranya kasus dugaan korupsi di STAIN SAS Babel dan kasus dugaan korupsi Sumur Bor.
Apresiasi patut dianugerahkan kepada Bapak H Hidayatullah SH MH. Beberapa waktu sebelumnya, kasus-kasus dugaan korupsi ini seakan terendam dalam air, sehingga terkesan sulit betul untuk diangkat ke permukaan. Bahkan, harus menunggu tahunan agar sebuah kasus bisa diangkat. Masyarakat Babel patut bersyukur kehadirat Allah SWT, di bawah komando Hidayatullah sekarang ini, Kejati Babel bisa menempatkan diri sebagai Panglima Penegakan hukum di Babel. Jika diibaratkan ring tinju, pukulan yang dilakukan Bapak Hidayatullah sebulan terakhir ini, setidaknya telah meng-KO empat tersangka kasus dugaan korupsi.
Masyarakat Babel terus berharap ketegasan dan kejujuran Bapak Hidayatullah dalam memberantas korupsi di Babel ini. Ketegasan dan keteladanan Bapak Hidayatullah tentu akan memberikan dampak positif terhadap penegakan hukum di sini.
Menjadi seorang pemimpin yang tegas dan jujur memang tidaklah mudah. Jiwa kepemimpinan ini tidak lahir seketika. Jiwa seperti ini adalah hasil penempaan ruang dan waktu yang cukup lama. Jiwa ini juga merupakan rahmat yang dianugerahkan Allah SWT. Kita tentu berharap kehadiran Bapak Hidayatullah di Bumi Serumpun Sebalai ini akan mewarnai kebaikan semua masyarakat. Sebagai “Panglima” Pemberantasan Korupsi di Babel, tentu tidak mudah bagi Hidayatullah. Apalagi jejak rekam kasus korupsi di Babel selama ini terkesan lamban dan tersembunyi, tentulah menjadi tantangan tersendiri bagi Hidayatullah.
Masih banyaknya berkas kasus dugaan korupsi yang masih “abu-abu” di meja kejati, ditambah lagi sejumlah pengaduan masyarakat yang disampaikan ke Kejati Babel, kini menjadi pekerjaan rumah Hidayatullah. Apakah “Panglima” Hukum ini sanggup menuntaskan pekerjaan rumah para pendahulunya tersebut? Jawabannya ada di dada dan tangan Bapak Hidayatullah.
Sebagai mayarakat yang bermimpi Bumi Serumpun Sebalai bebas korupsi, tentu harus optimis bahwa Bapak Hidayatullah akan mampu menuntaskan kasus yang sudah ada, dan akan mampu mengerahkan seluruh jajarannya untuk mendapatkan kasus korupsi yang baru. Sebab bukan rahasia umum lagi, jika perbuatan-perbuatan korup masih bergentayangan di Bumi Bangka Belitung ini. Hanya ketegasan, kejujuran, keadilan dan keteladanan para aparat hukum saja yang nantinya bisa menuntaskan seluruh dugaan korupsi di sini. Tanpa itu semua, maka jangan berharap negeri ini bebas dari para koruptor.
Doa masyarakat akan disematkan kepada Bapak Hidayatullah, agar ketajaman dan keuletannya memberantas korupsi di Babel ini bisa berdayaguna dan berhasilguna.
Angkat pedang mu Pak Hidayatullah, maka semua koruptor di Babel ini akan tersungkur. Jika para koruptor di Babel ini dilibas, maka sejatinya bapak telah ikut andil memakmurkan negeri kami ini. Tiada yang lebih berharga yang akan bapak terima, yakni amal kebaikan dari Allah SWT. (*)