Yudistira

BALE Sigolo-golo adalah penggalan kisah pewayangan ketika Pandawa yang terdiri atas Puntadewa, Bima,

Editor: Dheny Irwan Saputra

Oleh: Pramono BS

BALE Sigolo-golo adalah penggalan kisah pewayangan ketika Pandawa yang terdiri atas Puntadewa, Bima, Permadi, Nakula dan Sadewa, ditambah ibundanya Kuntinalibroto, diperdaya oleh saudara sepupunya, Kurawa

Saat itu Pandawa diajak berpesta pora dengan minum minuman keras sampai mabuk. Saat Pandawa tak sadarkan diri, Kurawa membakar bale (balai) yang dijadikan tempat pesta tersebut. Atas pertolongan dewa Pandawa berhasil keluar dari kepungan api dituntunseekor rase (semacam musang).

Mereka menyelamatkan diri lewat terowongan yang diam-diam dibikin Yamawidura, paman Pandawa dan Kurawa. Yamawidura tahu rencana busuk itu tapi tak berdaya mencegah maka dia membuat  terowongan untuk menyelamatkan diri jika terjadi sesuatu

Terowongan itu tembus ke pertapaan Saptapratala, tempat dewa ular Antaboga bersemayam. Atas pertolongan Antaboga pula, Pandawa bisa meneruskan perjalanannya

Dalam perjalanannya sampailah Pandawa ke Negeri Ekacakra yang nyaris tanpa penduduk. Negeri ini dipimpin raksasa bernama Raja Baka

Tiap hari Baka minta jatah makan daging manusia, maka penduduknya satu per satu menjadi santapannya sampai habis.

Mengetahui itu Bima mengorbankan dirinya untuk santapan Raja Baka. Ternyata itu hanya tipuan. Saat sang raja hendak menggigit tubuhnya, Bima menepisnya hingga mengenai muka sang raja. Mereka berkelahi dan Raja Baka tewas

Setelah itu Pandawa kembali ke Astina, kerajaan peninggalan Pandudewanata, ayah para Pandawa yang mati sampyuh (bareng) lawannya dalam perang melawan Raja Pringgondani, Tremboko. Pandawalah yang berhak atas warisan kerajaan itu, tetapi karena masih anak-anakmaka kerajaan sementara dipimpin kakak Pandu yang tunanetra, Destarastra.

Tetapi anak-anak Destarastra (Duryudana dan adik-adiknya yang kemudian disebut Kurawa) menuntut kerajaan itu diberikan kepada mereka

Itu berkat bujuk rayu Patih Sengkuni yang ingin menghabisi Pandawa karena dendam akibat kalah saat memperebutkan Kuntinalibrata.

Kunti lebih memilih Pandu daripada Sengkuni. Seumur-umur Sengkuni hanya menghasut Kurawa agar merebut Kerajaan Astina dengan menghabisi Pandawa

Sepulang dari pengungsian, atas saran Sengkuni maka  Destarastra memberikan kepada Pandawa alas atau hutan Mertani yang lebih dikenal dengan Alas Wonomarto, yakni hutan belantara yang berada di bawah negara Astina

Alas Wonomarto dari luar tampak tenang, tapi sesunguunya itulah tempat paling angker di Astina, dihuni oleh para dedemit, jin, setan, peri dan sebangsanya. Siapa yang berani masuk, bisa lenyap. Usul Sengkuni tak lepas dari niat untuk menghabisi Pandawa.

***

Halaman 1/2
Tags
Spirit
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved