Yudistira
BALE Sigolo-golo adalah penggalan kisah pewayangan ketika Pandawa yang terdiri atas Puntadewa, Bima,
Aktivitas Pandawa membersihkan hutan, menebang pohon, meratakan jurang dan menyingkirkan batu-batu besar mengusik mahluk- makhluk halus penghuni hutan.
Belakangan Pandawa baru sadar bahwa hutan Wonomarto adalahkerajaan besar siluman. Ini berkat minyak jayengkaton pemberian Resi Wilawuk kepada Arjuna yang dioleskan ke pelupuk mataa. Pandawa yang semula tidak melihat apa-apa akhirnya bisa melihat dunia jin
Perkelahian tak terhindarkan. Bima yang berotot kekar berhasil mengalahkan jin dari negara Jodipati, Aryadanduwacana.
Jodipati berhasil direbut dan Aryadanduwacana kalah, menyatukan raganya dalam tubuh Bima. Permadi mengalahkan jin dari Madukara bernama Dananjaya
Ia juga mengalahkan Detyosapuangin yang kemudian menjelma menjadi aji-aji kesaktian berjalan secepat angin. Nakula dan Sadewa mengalahkan jin dari Kerajaan Sawojajar dan Banewatalun, Dityo Sapujagad dan Dityo Sapulebu
Sedang maharaja jin Yudistira secara damai manunggal ke tubuh Puntadewa, saudara tertua Pandawa yang terkenal santun, jujur dan tidak ambisius. Yudistira berpesan agar rakyatnya mendukung Puntadewa. Sejak itu Puntadewa mengubah nama menjadi Yudistira
Hutan Mertani pun akhirnya menjadi negara baru dengan nama Amarta, di bawah pemerintahan Yudistira.
Dia berhasil membangun Amarta menjadi negara yang makmur. Sisa-sisa siluman dan dedemit yang masih bercokol dihabisi.
Sementara itu Sengkuni yang masih menginginkan kematian Pandawa terus menghasut dan mengadu domba.
Banyak yang kesal dan marah dengan Sengkuni tapi ada pula yang mendoakan dengan caranya sendiri agar Sengkuni bertobat.
Itulah kisah Pandawa yang melambangkan kejujuran dan kesalehan. Semoga saja Indonesia bisa menjadi Amarta di tangan ‘Yudistira’ yang amanah, jujur dan dekat dengan rakyat. (*)