Nasibmu Oh Minahasa
YANG mana lebih terkenal, Minahasa atau Manado? Pilihan di antara dua daerah itu tentu dapat diperdebatkan.
YANG mana lebih terkenal, Minahasa atau Manado? Pilihan di antara dua daerah itu tentu dapat diperdebatkan. Namun, jika pertanyaannya, yang mana lebih tua, Minahasa atau Manado? Dari penyelenggaraan ulang tahun yang digelar setiap tahun, Minahasa lebih tua daripada Manado. Minahasa sudah berusia 586 tahun, Manado 391 tahun, atau terpaut 195 tahun!
Pertanyaan selanjutnya, yang mana lebih maju, Minahasa atau Manado? Banyak orang akan menyebut Manado. Ini berdasar perkembangan kota, perekonomian, infrastruktur, dan sumber daya manusianya. Manado lebih diuntungkan karena statusnya sebagai ibu kota Sulawesi Utara. Lalu lintas perdagangan juga lebih menguntungkan Manado.
Bagaimana dengan Minahasa? Dengan usia 195 tahun lebih tua daripada Manado, Minahasa sangat jauh tertinggal. Bahkan, daerah ini dapat dikatakan sudah tertinggal dari Kota Tomohon, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara, yang lahir dari ‘rahim’ Minahasa di era otonomi daerah.
Tapi, betulkah Minahasa sudah menjadi daerah tertinggal di antara daerah-daerah etnis Minahasa? Kajian yang mendalam akan secara pasti menjawab pertanyaan ini. Jika kita melihat kondisi dan suasana pusat kota tiap-tiap daerah etnis Minahasa, Minahasa (kabupaten) tentu sudah tertinggal.
Namun, daerah ini bukan miskin. Ia adalah daerah yang luas dan kaya potensi yang bisa dimanfaatkan. Hanya saja kekayaan daerah ini belum digarap maksimal. Atau daerah ini sudah memanfaatkan potensinya, namun hasilnya tidak berdampak pada pembangunan di daerah itu alias banyak pendapatan daerah masuk kantong pribadi atau dikorupsi.
Hal yang mencolok adalah susunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015. Sebanyak 70 persen dana APBD habis untuk belanja pegawai, sisanya 30 persen untuk belanja publik atau pembangunan. Persisnya, dari total Rp 976.296.383.073 pada APBD, dana untuk belanja pegawai adalah Rp 621.898.896.200.
Pihak Pemkab Minahasa mengatakan, pembangunan fisik maupun nonfisik sulit direalisasikan karena keterbatasan dana. Anggota DPRD Minahasa dari Partai Nasdem Jeffri Nongko bahkan menyebut persoalan tersebut merupakan warisan pemerintahan terdahulu.
Bukan saatnya eksekutif dan legislatif meratapi nasib Minahasa ini. Mereka harus bertanya dan menelusuri, apakah potensi Minahasa itu sudah tergarap maksimal atau selama ini malah digerogoti ‘tikus-tikus berdasi’. Minahasa dan orang Minahasa harus bangkit dan membangkitkan Minahasa agar tidak tertinggal. (*)