Belajar dari Delay-nya ‘Singa Terbang’

Delaynya ratusan penerbangan dari maskapai swasta nasional Lion Air sejak Rabu 18 Februari 2015 di beberapa bandara di Indonesia,

Tayang:
Editor: Dheny Irwan Saputra

Diperlukan setidaknya tiga hal untuk memperbaiki buruknya layanan transportasi publik kita. Bukan hanya transportasi udara yang sedang mendapat sorotan, namun juga transportasi laut dan darat yang juga sering menjadi algojo bagi penggunanya, bahkan masyarakat lain yang tidak bersalah. Pertama, faktor SDM yang cakap berintegritas, kedua, kontrol sosial yang berimbang, dan ketiga perbaikan regulasi.

Tranportasi publik yang bersifat masal khususnya pesawat, sangat mengutamakan keselamatan. Safety first. Oleh karenanya diperlukan SDM profesional terbaik yang boleh mengoperasikannya, khususnya Pilot dan co-Pilot.

Kedua, kontrol masyarakat, NGO, termasuk konsumen penumpang. Sangat diharapkan kontrol mereka jika menemukan ada kelemahan dalam aturan, keanehan dalam pelayanan, mesin, bodi dan sebagainya agar bisa menyempaikan masukan kepada maskapai atau otoritas terkait. Karena boleh jadi, Pilot, mekanik, pramugari dan semua kru penerbangan telah bekerja dengan baik, namun ada kejadian yang lepas dari kontrol mereka, termasuk perilaku sesama penumpang lain yang masih mengaktifkan HP, atau hal lain yang bisa membahayakan penerbangan.

Ketiga, perbaikan regulasi. Sebuah penerbangan bisa dijalankan manakala semua perangkatnya termasuk regulasinya telah teruji dengan baik. Regulasi inilah yang akan memandu sebuah penerbangan secara sistemik, dari proses perencanaan penerbangan hingga evaluasi dilakukan, bahkan saat penerbangan dilakukan selalu dipandu oleh regulasi.

Karena penerbangan adalah proses by sistem, maka ketiga hal tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh. Di manakah letak kesalahannya sehingga bisa dilakukan perlakuan yang tepat. Berkaca kepada para kru penerbangan yang harus profesional dan berintegritas, sudahkah hal ini disyaratkan kepada para pembuat regulasi penerbangan itu sendiri? (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved