Berzikir dan Mencibir
ABDULLAH bin Muhammad, seorang petugas keamanan pada masa pemerintahan Khalifah Yazid bin Abdul Malik,
Ia menjawab, “Ya”. Abdullah bertanya lagi, “Dari mana kamu mendapatkan martabat yang tinggi ini?” Ia menjawab, “Sesungguhnya Allah menyediakan martabat yang mulia lagi tinggi, yang tidak dapat dicapai kecuali melalui kesabaran ketika ditimpa musibah dan bersyukur ketika mendapat nikmat, disertai rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan sendiri, maupun ketika bersama orang lain.” (Ibnu Hiban, Ats-Tsiqqat, V/2-5 dan lihat Al-wa’ie no. 166 th. 14, Juni2014 hal 34 dst).
Demikianlah kisah seorang manusia yang sama sekali tidak mempunyai apa-apa kecuali lidah yang pandai menyebut nama Allah, berapa banyak manusia sekarang yang mempunyai segala macam apa-apa, tapi lidahnya tidak pandai berzikir. Sebenarnya negeri ini memerlukan penghuni-penghuni yang pandai berdzikir, bukan penghuni-penghuni yang hanya pandai mencibir. (*)