Berita Kalteng

Cikal Bakal Berdirinya Sampit, Kondisi Mentaya Seberang bak Desa Tertinggal, Tak Ada Kemajuan

Warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan lambatnya pembangunan di daerah

Cikal Bakal Berdirinya Sampit, Kondisi Mentaya Seberang bak Desa Tertinggal, Tak Ada Kemajuan
tribunkalteng.co/fathurahman
Kelurahan Mentaya Seberang Sampit, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotim, masih tertinggal. Jalan ini, adalah jalan utama hanya 3 kilometer yang disemanisasi. Warga berharap Pemkab Kotim lebih memperhatikan pembangunan Mentaya Seberang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Warga Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengeluhkan lambatnya pembangunan di daerah mereka dibandingkan Kecamatan Kota Sampit.

Warga Mentaya seberang adalah penghuni pertama yang bermukim di Bantaran Sungai Mentaya Sampit, namun kondisi Kelurahan Mentaya seberang tidak ada kemajuan, bahkan jalan utama desa tersebut seperti jalan dalam gang tidak ada yang beraspal permanen.

Jalan-jalan didominasi titian ulin, belum ada jalan yang beraspal secara permanen.

Untuk menuju kecamatan di Kota Sampit pun, warga hanya mengandalkan perahu kapal feri penyeberangan, karena belum ada jalan darat yang tembus ke Kelurahan Mentaya Seberang Sampit.

Baca: Wanti-wanti Anggia Chan ke Sahila Hisyam Jelang Dilamar Vicky Prasetyo, Sebut Eks Angel Lelga Begini

Baca: Kesulitan Irish Bella Setelah Mantap Berhijab Diungkap, Ammar Zoni Malah Sebut Soal Cipika Cipiki

Baca: Berbaju Seksi, Ayu Ting Ting Rangkul Cowok, Tangan si Pria ke Area Tubuh Teman Ivan Gunawan Disorot

Baca: Akhir Perseteruan Raffi Ahmad dan Lucinta Luna Terungkap, Suami Nagita Slavina Rela Lakukan Ini

Haitami, salah seorang tokoh masyarakat setempat, mengaku sangat prihatin dengan kondisi Kelurahan Mentaya Seberang, meski cikal-bakal berdirinya Sampit dari Kelurahan Mentaya Seberang, sampai puluhan tahun ini, kelurahan tersebut paling tertinggal dibanding kelurahan dan kecamatan lainnya.

"Bagaimana mau maju, wong jalan utama di Kelurahan Mentaya Seberang ini hanya jauhnya paling panjang tiga kilometer yang dibangun dengan beton dan diaspal, tapi sekarang kondisinya sudah rusak parah, belum ada lagi perhatian pemerintah soal perbaikan jalan tersebut," ujarnya.

Demikian juga untuk penerangan jalan, sampai saat ini belum ada, sehingga jalan utama gelap gulita, hanya ada sebagian warga yang memasang lampu di depan rumahnya sehingga cukup lumayan menerangi jalan umum.

"Ini sangat memprihatinkan sekali, pembangunan di daerah kami tidak diperhatikan," ujarnya.

Bupati Kotawaringin Timur, H Supian Hadi, mengatakan, pihaknya telah mengupayakan pembangunan jembatan penyeberangan dari Kecamatan MBH Ketapang menuju Desa Mentaya seberang, namun anggaran diperlukan mencapai Rp1 triliun.

"Ini harus koordnasi dengan Pusat dan Provinsi," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved