Berita HSU

Mahasiswa dan Pemuda Dibekali BPBD HSU Pelatihan Penanggulangan Bencana, Ini Tujuannya

Pelatihan penanggulangan bencana bagi pemuda, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan relawan digelar BPBD HSU, selama 12 hari dalam tiga gelombang

Mahasiswa dan Pemuda Dibekali BPBD HSU Pelatihan Penanggulangan Bencana, Ini Tujuannya
HO/Humas Pemkab HSU
Pelatihan penanggulangan bencana untuk mahasiswa, pemuda dan relawan oleh BPBD HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pelatihan penanggulangan bencana bagi pemuda, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan relawan digelar BPBD HSU, selama 12 hari dalam tiga gelombang dari 12-23 November 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan golf Air Tawar, Desa Air Tawar, Kecamatan Amuntai Utara ini, telah dibuka Wabup HSU, H Husairi Abdi, Selasa (12/11/2019).

Pelatihan penanggulan bencana tahun 2019 ini diikuti sebanyak 300 peserta yang dibagi dalam tiga angkatan, dimana setiap angkatan digelar selama 4 hari diikuti 100 peserta.

Wabup berharap melalui kegiatan pelatihan semacam ini akan mencetak kader-kader relawan dan pemuda yang siap menghadapi serta mengantisipasi bencana, baik di lingkungan tempatnya tinggal maupun lebih luas lagi.

"Seperti yang diketahui Kabupaten Hulu Sungai Utara mempunyai kerawanan terhadap beberapa bencana meskipun dampaknya belum sampai ketahap darurat, namun hal ini juga perlu menjadi perhatian kita bersama," katamya.

Lelaki Tergeletak Tak Bernyawa di Jalan Lintas Mandomai-Mantangai Kapuas Barat, Diduga Laka Tunggal

Polda Larang Penyebaran Foto dan Video Peledakan Bom Medan, Pelayanan Pembuatan SKCK Tetap Berjalan

Pasca Ledakan Bom Polrestabes Medan, Petugas Bersenjata Berjaga di Pintu Gerbang Mapolres Tapin

Untuk bencana yang terjadi di HSU biasa terjadi apabila pada musim kemarau dan penghujan.

Saat musim kemarau bencana kabut asap cukup mengganggu dan berdampak pada kesehatan.

"Kemudain dikala musim penghujan bahaya bencana banjir, longsor dan puting beliung juga dirasakan masyarakat kita," katanya.

Beranjak dari pengalaman yang dirasakan inilah, imbuh wabup, saat ini perlu adanya usaha-usaha antisipasi dan kepedulian serta kewaspadaan terhadap bencana mengancam.

Usaha tersebut dapat dmulai dari membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, kerja dan lainnya.

Kemudian peduli terhadap tanda-tanda yang diisyaratkan alam, seperti saat kemarau retakan-retakan pada struktur tanah mulai terlihat dan ini merupakan bahaya yang harus diwaspadai.

Terlebih pada lingkungan pinggiran sungai karena pada saat musim penghujan tiba, hujan akan turun dalam insensitas tinggi.

'Ha ini nantinya akan membuat debit air di sungai meningkat dan mengikis struktur tanah tadi sehingga bencana longsor akan terjadi," ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved