Wabah Virus Corona

Pengertian Herd Immunity dan Bahaya yang Ditimbulkannya dalam Penanganan Virus Corona

Muncul istilah the new normal sebagai kehidupan baru dari adanya pandemi Covid-19, yang lantas dikaitkan banyak pihak dengan Herd Immunity.

EDITOR : Rahmadhani

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam sejumlah kesempatan menegaskan masyarakat Indonesia harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan Covid-19 (Virus Corona) agar tetap produktif.

Kemudian muncul istilah the new normal sebagai kehidupan baru dari adanya pandemi Covid-19, yang lantas dikaitkan banyak pihak dengan Herd Immunity.

Epidemiolog dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand) Global Health Security CEPH Griffith University menjelaskan, konsep awal Herd Immunity adalah berasal dari kesehatan hewan yang mengutamakan kesehatan secara kelompok.

Mengenal Apa Itu Herd Immunity, Teori Perangi Virus Corona yang Sempat Gagal di Inggris

Akhirnya Program Virus Corona yang Didanai Bill Gates Dihentikan, Ini Penyebabnya

"Dengan arti lain tidak terlalu mengutamakan kesehatan individu," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2020) seperti dilansir dari Kompas.com.

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam berita terkininya mengutuk konsep Herd Immunity atau kekebalan kelompok yang mulai digaungkan berbagai negara dalam mengelola pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Eksekutif Program Kedaruratan kesehatan WHO, Dr. Michael Ryan, negara-negara yang berpikir bahwa 'berdamai' dengan virus corona akan secara ajaib menciptakan kekebalan kelompok adalah pemikiran yang keliru.

Langkah-langkah melonggarkan lockdown di mana pemerintahan suatu negara belum benar-benar melakukan sesuatu dalam memerangi Covid-19 disebutnya amat berbahaya.

Dr. Ryan menjelaskan, konsep Herd Immunity sejatinya digunakan untuk menghitung berapa banyak vaksin yang harus disebar di suatu populasi untuk melindungi orang-orang yang tidak divaksinasi.

"Kita perlu hati-hati saat menggunakan istilah-istilah ini di sekitar infeksi alami pada manusia," kata Dr. Ryan dikutip dari laman WHO (17/05/2020). 

Halaman
123
Editor: Rahmadhani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved