Berita Barito Kuala
VIDEO Apel Siaga Bencana Kalhutla Digelar Polres Batola
Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor mengganggap penting kesiagaan semua pihak karena Kabupaten Batola selalu terjadi karhutla.
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) Rahmadian Noor, Kapolres Batola AKBP Bagus Suseno SIK MH, Komandan Kodim 1005/Marabahan Letkol Kav Sugianto SE, menghadiri apel kesiagaan menghadapi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (9/6/2020).
Kegiatan berlangsung di Lapangan 5 Desember, Kota Marabahan, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020) pagi.
Wakil Bupati Rahmadian Noor menyampaikan apresiasi kepada Polres dan Kodim beserta jajarannya, serta kepada seluruh komponen masyarakat yang turut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana karhutla di daerah ini.
Hal ini ia anggap penting, karena hampir setiap tahun kalhutla melanda beberapa wilayah di Kabupaten Batola.
Rahmadi juga menjelaskan, kebakaran hutan atau lahan bukan hanya disebabkan gejala alam dengan timbulnya titik-titik hotspot pada musim kemarau.
Melainkan sebagian disebabkan prilaku sebagian masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Ia menilai hal ini sangat rentan menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
• FAKTA Petugas Karhutla Terkurung Api di Batola, dari Berjuang 3 Hari 3 Malam hingga Ada Kesengajaan
• 6 Petugas Pemadam yang Sempat Terjebak Api Karhutla di Batola Berhasil Dievakuasi Tim BPBD
• Polres Batola Lakukan Penyelidikan 53 Kasus Karhutla, Pelaku Terancam 3 Tahun Penjara
• Kebakaran Lahan, 16 Ribu Lebih Pohon Jeruk Milik Kelompok Tani di Batola Terbakar
• Titik Api di Batola Terbanyak di Mandastana dan Jejangkit, BPBD Sampai Kewalahan
• Kesadaran Masyarakat Tinggi, Pascapanen Padi Tidak Ada Titik Api di Batola
Untuk itu ia pun menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta merubah prilaku pembakaran lahan, baik itu membuka maupun membersihkan.
"Biasanya kebakaran hutan dan lahan ini banyak terjadi ketika memasuki periode Agustus, September hingga Desember, yang mana warga habis panen membersihkan lahan sengan cara pintas. Yakni dengan membakar. Ditambah lagi memasuki musim kemarau, " tuturnya.
Tidak sekedar menghimbau, Rahmadi juga menyampaikan bahaya dari dampak kalhutla.
Ia menerangkan bahaya dari bencana kalhutla bisa berdampak pada keamanan masyarakat, harta benda, jalur transportasi dan kesehatan.
Kaporles Baritokuala AKBP Bagus Suseno menambahkan, kesiapsiagaan bencana kalhutla ini merupakan tanggung jawab bersama.
Pihaknya bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Kodim 1005 Marabahan dan dengan seluruh pihak Instansi yang ada untuk melakuakan pencegahan kebakatan lahan ini.
Rangkaian apel kesiapsiagaan ini ditutup dengan meninjau dan mengadakan pengecekan langsung armada pemadam serta kesiapan alat lainnya.
(Banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Tabri)