Breaking News:

Tajuk

Tajuk - Ingat Tujuan Awal

Pasal pencemaran nama baik dan pasal ujaran kebencian dalam UU ITE paling banyak digunakan sebagai dasar pelaporan.

Editor: Syaiful Akhyar

Sementara, ada fakta menarik lahirnya undang-undang ini. Mohammad Nuh saat UU ITE disahkan pada 2008, menyebut, sebenarnya kehadiran undang-undang ini memiliki tujuan baik.

Pada awal dekade 2000-an, Indonesia mengalami bonus digital (digital dividend). Pemerintah kala itu berupaya memanfaatkannya dengan membuat rencana kerja.

Sebagai pengusul UU ITE, kata Nuh, pemerintah memiliki ide dasar membuat produk legislasi sebagai payung hukum transaksi berbasis elektronik yang memiliki dampak sosial ekonomi.

Menurutnya, di era digital hal-hal seperti itu harus diatur.

Memang, sejumlah kasus pidana yang terjadi karena unggahan media sosial banyak muncul.

Untuk itu, perlu adanya sosialisasi terkait unggahan yang bisa berimplikasi hukum. Mengingat, tak semua orang, terutama kalangan awam tahu jika unggahan mereka bisa berujung penjara.

Perlu dijelaskan juga, postingan kritik seperti apa yang tak berujung hukum jika memang ingin mengkritisi kebijakan pemerintah.

Jangan sampai ada anggapan, undang-undang ini jadi alat untuk membungkam kritik lawan politik. Selain itu, kembalikanlah ke tujuan awal pembuatan UU ITE itu.

Jadikan undang-undang itu untuk memunculkan rasa aman kala bertransaksi secara elektronik. Juga memunculkan kegairahan dalam bisnis secara digital lewat aturan yang jelas. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved