Tajuk

Kemudahan yang Membahayakan

Bagi seseorang yang sedang terdesak untuk perlu dana cepat, perlu kehati-hatian terhadap pinjaman online supaya tidak terbelit masalah baru.

Shutterstock
Ilustrasi fintech. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemilik handphone pasti sering mendapat SMS yang menawarkan pinjaman online dengan syarat dan proses mudah.

Cukup dengan KTP, jumlah uang pinjaman yang diperlukan segera ditransfer. Di masa sulit seperti sekarang tak jarang banyak yang tergoda untuk melakukannya, karena iming-iming kemudahan itu, tanpa kita sadari risiko apa yang menunggu.

Pinjaman online adalah salah satu bentuk kemajuan teknologi, terutama bisa dirasakan oleh orang-orang yang tak tersentuh oleh perbankan.

Bagi seseorang yang sedang terdesak suatu keperluan atau menginginkan suatu barang dengan cepat, pinjaman online ini memang bisa menjadi solusi.

Baca juga: Dokumen yang Harus Dilengkapi Penerima BPUM UMKM, Cek di eform.bri.co.id/bpum

Baca juga: Simpang Siur Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia, Begini Penjelasan Kemenkes

Tapi perlu diingat, kemudahan dan kecepatan itu bukan menjadi alasan untuk bergantung pada pinjaman online. Sebab, jika tak bijak menggunakan fasilitas pinjaman online, maka bisa saja terlilit utang di kemudian hari.

Selanjutnya hal lain yang harus diperhatikan saat akan mengajukan pinjaman ke salah satu fintech adalah pastikan nama perusahaannya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

Berdasarkan situs resmi OJK, sampai dengan 19 Februari 2020, total jumlah penyelenggara Fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 161 perusahaan.

Sayangnya kemudahan mendapatkan pinjaman secara online sering kali disalahgunakan oleh beberapa orang. Sehingga mereka lupa bahwa jika mendapatkan pinjaman yang mudah seharusnya diimbangi dengan pembayaran angsuran tepat waktu.

Baca juga: Dinas PUPR Kotabaru Tidak Punya Anggaran untuk Perbaii Jalan di Pasar Kemakmuran

Baca juga: Koperasi Pemasaran Oleh-oleh Produk UKM Kabupaten Tapin Terbentuk

Akibatnya beberapa orang sering menggunakan jasa pinjaman secara online untuk memenuhi keperluannya, seperti membayar belanja, tagihan listrik, air, dan lain-lain.

Itulah sebabnya banyak orang menjadi ketergantungan dengan layanan ini. Karena tanpa harus mengantre di bank, semua orang bisa mendapatkan pinjaman online dari genggaman HP.

Padahal ada banyak dampak buruk yang akan terjadi bila tidak membayar tagihannya sampai lunas.  Pihak penagih Fintech pasti akan menghubungi Anda terus menerus lewat telepon.

Kerugian lainnya bila utang pinjaman online tidak segera dibayar adalah bunga dan dendanya akan tetap berjalan, sehingga jumlah uang yang harus dibayar semakin banyak.

Baca juga: Status Hubungan Lesti Kejora dan Rizky Billar yang Sebenarnya Dibongkar Manajer, Ini Faktanya

Baca juga: Amukan Prilly Latuconsina Gegara Film Barunya dengan Reza Rahardian yang Baru Tayang Dibajak

Hal lain yang akan terjadi saat Anda tidak melunasi pinjaman adalah pihak fintech pasti melaporkan hal ini kepada OJK.

Meskipun Anda mungkin merasa tenang karena tidak ada seseorang yang menagih utang, namun tetap saja ini bisa menyebabkan bencana. Salah satunya akan kesulitan mengajukan pinjaman lagi.

Karena itu sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, pikirkan secara matang bahwa setiap bulan wajib membayar angsurannya tepat waktu sampai lunas. Jangan sampai kenyamanan dan ketenangan terganggu dengan dering telepon dan kehadiran para penagih. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved