Breaking News:

Tajuk

Langganan Banjir

Pemerintah daerah di Kalsel diharapkan memiliki solusi tepat untuk tangani banjir sehingga tidak selalu muncul bencana serupa setiap tahun.

Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Seorang nenek digendong menuju tempat pengungsian di Desa Teluk Selong Ulu, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (28/12/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) di dua pekan terakhir Tahun 2020. Sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Tapin dan Banjar, lagi-lagi terendam, akibat tingginya curah hujan.

Memang belum sampai ada korban jiwa, dan semoga tidak, tapi ada pengakuan yang menarik, baik dari warga maupun perangkat desa. “Daerah kami sudah langganan banjir tiap tahun.” 

Ya, kata ‘langganan banjir’ sebagaimana diungkapkan warga Cempaka, Astambul dan juga Desa Benuaraya, seolah menjadi permakluman dan kepasrahan bagi warga, mengenai bencana yang mereka alami. 

Jadi dari tahun ke tahun, mereka sudah ‘beradaptasi’ saat wilayah mereka terendam. Mereka pun sudah terbiasa, dan menyiapkan diri apabila terjadi banjir lagi.

Baca juga: VIDEO Pemko Banjarbaru Keruk Embung untuk Atasi Banjir di Cempaka

Baca juga: Lima Kecamatan di Kabupaten Banjar Kebanjiran, Desa Jati Baru Astambul Paling Parah

Memang banyak faktor yang mengakibatkan wilayah mereka terendam, ataupun mereka tetap bertahan di daerah yang mereka ketahui bakal terkena musibah tiap penghujan. Tapi pertanyaannya kemudian, sampai kapan.

Sampai kapan banjir melanda daerah mereka? Sampai kapan mereka bisa bertahan? Sampai kapan pemerintah turun tangan menyelesaikan?

Apakah kepasrahan ini akan diturunkan ke anak cucu? Atau ada tekad, cukup sudah. Cukup sampai kali ini saja desa kami dilanda banjir.

Ya, tentunya tidak ada satu orang pun yang rela dan mau tiap tahun dilanda musibah. Kini, tentunya kembali ke tekad, baik dari warga maupun pemerintah daerah di Kalsel. 

Baca juga: Kawasan Cempaka Kota Banjarbaru Kembali Banjir, ini Lokasi yang Terdampak

Baca juga: VIDEO Korban Banjir Mengungsi ke Madrasah di Teluk Selong Ulu Kabupaten Banjar

Beberapa faktor seperti geografis, bisa jadi memang tidak bisa diselesaikan oleh warga, seperti yang terkait dengan bentang alam dan kondisi sungai.

Tapi ada juga yang bisa diselesaikan juga oleh warga, umpamanya menjaga kebersihan agar tidak terjadi penyumbatan akibat sampah. 

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sepertinya juga bisa mengakomodir masalah ini. Tidak mungkin bila dalam penyusunan RTRW pemerintah membiarkan, atau bahkan menetapkan sebuah wilayah sebagai area banjir. 

Teringat pilkada yang baru saja selesai saat semua pasangan calon berjanji menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat. Inilah saatnya.

Tunjukkan langkah konkrit untuk menyelesaikan wilayah langganan banjir. Jangan ada lagi langganan musibah, tapi ganti wilayah dengan langganan prestasi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved